Wajahmu (Kitab Cinta Rumi)
Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya
Kau pelanai kudamu
Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit
Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut
Kerinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama
Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini
Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham
Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan
Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untuk mereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu
muram cahaya mentari,
pucat dingding ini
Cinta menjauh
Cahayanya berubah
Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan






puisinya bagus.. saya ambil ya buat nambah arsip pribadi saya, gak pa_pa kan??? Semoga Allah membalas kebaikan anda,amiiin…
Jazakillah ya ukhti.. ^_^
nurul a.az said this on August 6, 2008 at 5:41 am
i Love this is
xhuraim said this on December 21, 2008 at 5:44 pm
i love this poem,kak ku ambil ya utk lomba puisi, ga pa pa kan, may God bless you.
dian said this on March 4, 2009 at 9:56 am
great!
puisi yang sangat bagus…..
iffan gallant said this on June 10, 2009 at 6:52 am