Cerita Jamaah Haji di Arafah

Sebelumnya, saya mohon maaf kepada bapak Eddy Murdiono Ruswandi, karena memuat tanggapannya menjadi tulisan sendiri. Mudah-mudahan dimaafkan tindakan saya ini.

Saya melihat tulisan bapak Eddy ini patut untuk dimuat menjadi tulisan sendiri, agar bermanfaat dan dibaca oleh orang lain. Ini adalah pengalaman beliau ketika berangkat haji lalu. Selamat membaca
Cerita Haji Bapak Eddy Murdiono Ruswandi

Saya Eddy Murdiono, alhamdulillah tergabung dalam kloter 1 dari embarkasi Jakarta dan termasuk dalam jamaah yang tidak mendapatkan makanan dari katering sebagaimana yang dijanjikan di Arafah dan Mina selama 3 hari, 3 malam karena rombongan kami harus mengambil nafar awal agar bisa melakukan rangkaian ibadah lain setelah wukuf shg tidak terlambat pulang ke Indonesia, kan kloter 1 harus buru-buru ke Jeddah.

Berdasarkan informasi orang tua, mertua dan teman-teman yang sudah lebih dahulu haji, makanan selama di Arafah dan Mina selalu berlimpah, demikian juga informasi yang paling hangat dari ketua kloter (ketua kloter kami sudah 4x berhaji), beberapa saat sebelum kami berangkat ke Arafah hari Kamis, 28 Desember 2006 selepas zuhur. Kami memang tidak berjalan kaki dari Mekkah untuk mabit di Mina, tapi kami langsung ke Arafah, jadi kami mabit di Arafah.

Sejak kami tiba sampai dengan kami meninggalkan Arafah pada hari Jumat, 29 Desember 2006 selepas magrib, tidak ada sekalipun kami menerima makanan dari katering seperti yang dijanjikan dan diharapkan. Alhamdulillah saya dan istri tidak merasa kelaparan karena memang sumbangan berupa roti, buah dan jus dalam kotak cukup banyak tersedia dari beberapa dermawan, kami tidak mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi makanan yg tidak indonesiawi itu (karena bukan nasi), tapi kami melihat banyak jamaah yg tidak mau lagi menyentuh makanan itu, karena mereka memang ada yang (maaf) mencret karena makan roti, buah (kadang-kadang pisang, apel atau jeruk) dan jus melulu, sehingga sumbangan kedua, ketiga dst tidak lagi mereka sentuh.

Yang memperparah keadaan adalah tidak tersedia outlet listrik dimana jamaah bisa memamaskan air untuk memasak Indomie, makanan pengganti favorit orang Indonesia, sehingga banyak jamaah yang terpaksa makan Indomie mentah, seperti makan kerupuk.

Jum’at malam itu kami mabit di Muzdalifah, sejak sekitar jam 20:00 kami sudah berada di lapangan itu, dengan perut kosong kami hadapi hembusan kencang angin yang sangat dingin, bukan cuman menusuk tulang tapi sudah sampai ke sum-sum, dan perlu diingat bahwa semua jamaah laki-laki hanya terbungkus dua lembar kain ihram, tanpa penghalang lain krn selama berihram dilarang memakai penutup kepala, atau sesuatu yg lain yg berjahit.

Sekitar jam 00:30 barulah bus yg akan membawa kami ke Mina berdatangan, kami yang sudah mulai berdiri antri akhirnya bisa diangkut dari Muzdalifah ke Mina pada jam 02:30 dan alhamdulillah tiba di tenda kami di Mina pukul 03:00.

Melihat kejadian di Arafah, maka kami sudah putus harapan bahwa katering akan beres di Mina, dan memang begitulah kenyataannya, selama dua hari dua malam, tak satupun katering untuk jamaah haji muncul, memang kejadian ini tidak dialami oleh jamaah ONH plus yang urusan makannya semua ditanggung oleh pengelola.

Alhamdulillah masalah katering selama di Mina tidak terrlalu kami ambil pusing karena di Mina banyak penjual makanan dan kami bebas memilih, di tenda juga tersedia outlet listrik sehingga memasak Indomie atau menyeduh teh/kopi panas sebagai penangkal udara dingin bukanlah kendala lagi.

Kembali ke Mekkah setelah selesai melempar jumrah kami digembirakan dengan kabar uang pengganti katering selama di Arafah dan Mina, yaitu 300 riyal per jamaah.

Kami pribadi tidak langsung merasakan kelaparan itu karena kami bisa makan makanan lain selain nasi, tapi memang sebagian besar jamaah Indonesia merasakan kelaparan dan kebingungan karena perut mereka hanya dapat berkompromi dengan nasi.

Ada kejadian yang sangat memalukan selama di Mina, dimana dapur umum di maktab kami dijarah oleh beberapa jamaah yg kelaparan, sebuah ironi ibadah haji.

Wallahualam bi sawab.

About these ads

~ by evisyari on August 10, 2008.

2 Responses to “Cerita Jamaah Haji di Arafah”

  1. Assalamu’alaikum
    Cerita anda ini mengingatkan pengalaman kami dan kebetulan kami berangkat dari Embarkasi Surabaya Gel.2, hampir mirip apa yg ada dalam cerita anda dan hanya satu kata yang ada dalam benak kami saat itu ” TAKDIR ” ya itulah VITAMIN bagi tubuh kami kala dehidrasi jika dinalar apa mungkin para jamaah yang rata-2 sudah berusia lanjut bisa relatif bertahan dengan kondisi alam saat mabit di musdhalifah dengan perut yang terisi seadanya, jika tidak ada RAHMAT dan KekuasaaNYA itu terbukti salah seorang foto grafi KBIH tempat kami telah mengabadikan fenomena alam yaitu tulisan awan berlafal ALLAH pada bumi Arafah ( bisa dilihat pada tabloid NURANI terbitan Jan’2007 mohon ma’af nomornya kami lupa ).
    Maha Besar Alloh yang telah mengurus segala urusan dibumi dan dilangit dengan sangat cermat dan seksama dan semoga kita semua jamaah Indonesia dan negara-negara lainnya dijadikan haji yang mabrur … amin ya robbal alamin

  2. Assalammu’alaikum
    pengalaman sy di Arafah saat naik haji yg ke-2. saat itu sdh hr arafah, kami menunggu bis u/ ke muzdalifah. sktr jam 9.30 sy masuk ke tenda masjid, sy taro sendal sy di dpn pintu depan tenda masjid.

    krn sy lihat group sy di pintu belakang, sy bergumam “ntar pindahin sendal ah, takut ilang” gak brp lama sy didlm masjid u/ cari tas sy, sy keluar lg u/ pindahin sendal.

    kejadian tsb gak smp 2 menit, sendal sy yg sy dpti, sdh berubah bentuknya. sdh gak baru lg. sdh tipis & besar sebelah.
    sempat sy cari muter2 di seputaran tenda masjid. tetap tdk ketemu.
    yasudah, mgkn ini balasan dari Allah krn sy khawatir/tdk ikhlas.

    alhasil sendal tsb tetap sy bawa plg ke jkt sbg kenang2an =)

    wassalam,
    chrizna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 98 other followers

%d bloggers like this: