<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Evi Syar'i &#187; artikel islami</title>
	<atom:link href="http://evisyari.wordpress.com/category/artikel-islami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://evisyari.wordpress.com</link>
	<description>Tauhid, Fiqih, Muamalah, Tariqh, Free E-Book, Free E-Kitab, Free Artikel, Free Download Software, Ceramah Islami, Kesehatan, Pernikahan, Mendidik Anak, Lowongan Pekerjaan And Anything About ISLAM</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 13:04:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='evisyari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7256b05fe2afc825b9d55b5c05f3ca58?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Evi Syar'i &#187; artikel islami</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://evisyari.wordpress.com/osd.xml" title="Evi Syar&#8217;i" />
		<item>
		<title>Janganlah Menyakiti Suami – Nasehat Untuk Muslimah</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/10/29/janganlah-menyakiti-suami-%e2%80%93-nasehat-untuk-muslimah/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/10/29/janganlah-menyakiti-suami-%e2%80%93-nasehat-untuk-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Woman]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia kecuali berkata hurun `in (bidadari-bidadari surga) yang menjadi istri si suami di surga: “Jangan engkau menyakitinya… (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah no. 204. Berkata penulis Bahjatun Nazhirin: Sanad hadits ini shahih, 1/372)
Kekufuran Istri Berbuah Petaka
Merupakan satu anugerah dari Allah, ketika seorang wanita dipertemukan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1755&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:</p>
<p>“<em>Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia kecuali berkata hurun `in (bidadari-bidadari surga) yang menjadi istri si suami di surga: “Jangan engkau menyakitinya…</em> (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah no. 204. Berkata penulis Bahjatun Nazhirin: Sanad hadits ini shahih, 1/372)</p>
<p><strong>Kekufuran Istri Berbuah Petaka</strong></p>
<p>Merupakan satu anugerah dari Allah, ketika seorang wanita dipertemukan dengan pasangan hidupnya dalam satu jalinan kasih yang suci. Hal ini sebagai satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Sang Khaliq.</p>
<p><strong>وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ</strong></p>
<p>“<em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian pasangan hidup dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang b</em>erfikir”. (Ar-Rum: 21)</p>
<p>Apatah lagi bila pendamping hidup itu seorang yang shalih, yang akan memuliakan istrinya bila bersemi cinta di hatinya, namun kalau toh cinta itu tak kunjung datang maka ia tak akan menghinakan istrinya.</p>
<p>Merajut dan menjalin tali pernikahan agar selalu berjalan baik tidak bisa dikatakan mudah bak membalik kedua telapak tangan, karena dibutuhkan ilmu dan ketakwaan untuk menjalaninya. Seorang suami butuh bekal ilmu agar ia tahu bagaimana menahkodai rumah tangganya. Istripun demikian, ia harus tahu bagaimana menjadi seorang istri yang baik dan bagaimana kedudukan seorang suami dalam syariat ini. Masing-masing punya hak dan kewajiban yang harus ditunaikan agar jalinan itu tidak goncang ataupun terputus.</p>
<p>Syariat menetapkan seorang suami memiliki hak yang sangat besar terhadap istrinya, sampai-sampai bila diperkenankan oleh Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan memerintahkan seorang istri sujud kepada suaminya.</p>
<p>Abdullah ibnu Abi Aufa bertutur: Tatkala Mu’adz datang ke negeri Yaman atau Syam, ia melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada para panglima dan petinggi gereja mereka. Maka ia memandang dan memastikan dalam hatinya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah yang paling berhak untuk diagungkan seperti itu. Ketika ia kembali ke hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: “Ya Rasulullah, aku melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada para panglima dan petinggi gereja mereka, maka aku memandang dan memastikan dalam hatiku bahwa engkaulah yang paling berhak untuk diagungkan seperti itu.” Mendengar ucapan Mu’adz ini, bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p><strong>لَوْ كُنْتُ آمُرُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ َأنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا وَلاَ تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ الله عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهَا كُلَّهُ حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا عَلَيْهَا كُلَّهَا حَتَّى لَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَىظَهْرِ قَتَبٍ لأَعْطَتْهُ إِيَّاهُ</strong></p>
<p>“<em>Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain (sesama makhluk) niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Dan tidaklah seorang istri dapat menunaikan seluruh hak Allah Azza wa Jalla terhadapnya hingga ia menunaikan seluruh hak suaminya terhadapnya. Sampai-sampai jika suaminya meminta dirinya (mengajaknya bersenggama) sementara ia sedang berada di atas pelana (yang dipasang di atas unta) maka ia harus memberikannya (tidak boleh menolak).</em>” (HR. Ahmad 4/381. Dihasankan Asy-Syaikh Albani dalam Ash-Shahihul Jami’ no. 5295 dan Irwa Al-Ghalil no. 1998)</p>
<p>Satu dari sekian hak suami terhadap istrinya adalah disyukuri akan kebaikan yang diperbuatnya dan tidak dilupakan keutamaannya.</p>
<p><em>Namun disayangkan, di kalangan para istri banyak yang melupakan atau tidak tahu hak yang satu ini, hingga kita dapatkan mereka sering mengeluhkan suaminya, melupakan kebaikan yang telah diberikan dan tidak ingat akan keutamaannya. Yang lebih disayangkan, ucapan dan penilaian miring terhadap suami ini kadang menjadi bahan obrolan di antara para wanita dan menjadi bahan keluhan sesama mereka. Padahal perbuatan seperti ini menghadapkan si istri kepada kemurkaan Allah dan adzab yang pedih. </em></p>
<p>Perbuatan tidak tahu syukur ini merupakan satu sebab wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, sebagaimana diberitakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seselesainya beliau dari Shalat Kusuf (Shalat Gerhana):</p>
<p><strong>أُرِيْتُ النَّارُ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَ يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ, لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ</strong></p>
<p>“<em>Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur .” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka satu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata: Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu</em>.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)</p>
<p>Al-Qadhi Ibnul ‘Arabi rahimahullah berkata: “Dalam hadits ini disebutkan secara khusus dosa kufur/ingkar terhadap suami di antara sekian dosa lainnya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyatakan: Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain (sesama makluk) niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggandengkan hak suami terhadap istri dengan hak Allah, maka bila seorang istri mengkufuri/mengingkari hak suaminya, sementara hak suami terhadapnya telah mencapai puncak yang sedemikian besar, hal itu sebagai bukti istri tersebut meremehkan hak Allah. Karena itulah diberikan istilah kufur terhadap perbuatannya akan tetapi kufurnya tidak sampai mengeluarkan dari agama.” (Fathul Bari, 1/106)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengisahkan:</p>
<p><strong>قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوْسُوْنَ غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ </strong></p>
<p>“<em>Aku berdiri di depan pintu surga, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin, sementara orang kaya lagi terpandang masih tertahan (untuk dihisab) namun penghuni neraka telah diperintah untuk masuk ke dalam neraka , ternyata mayoritas yang masuk ke dalam neraka adalah kaum wanita</em>.” (HR. Al-Bukhari no. 5196 dan Muslim no. 2736)</p>
<p>Pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju lapangan untuk melaksanakan shalat. Setelahnya beliau berkhutbah dan ketika melewati para wanita beliau bersabda: “Wahai sekalian wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar (meminta ampun) karena sungguh diperlihatkan kepadaku mayoritas kalian adalah penghuni neraka.” Berkata salah seorang wanita yang cerdas: “Apa sebabnya kami menjadi mayoritas penghuni neraka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kalian banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan suami. Aku belum pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya namun dapat menundukkan lelaki yang memiliki akal yang sempurna daripada kalian.” Wanita itu bertanya lagi: “<em>Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kurang akal dan kurang agama?”. “Adapun kurangnya akal wanita ditunjukkan dengan persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki. Sementara kurangnya agama wanita ditunjukkan dengan ia tidak mengerjakan shalat dan meninggalkan puasa di bulan Ramadhan selama beberapa malam (yakni saat ditimpa haidh)</em>.” (HR. Al-Bukhari no. 304 dan Muslim no. 79)</p>
<p>Karena mayoritas kaum wanita adalah ahlun nar (penghuni neraka) maka mereka menjadi jumlah yang minoritas dari ahlul jannah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam nyatakan hal ini dalam sabdanya:</p>
<p><strong>إِنَّ أَقَلُّ سَاكِنِي الْجَنَّة النِّسَاءُ</strong></p>
<p>“<em>Minoritas penghuni surga adalah kaum wanita</em>.” (HR. Muslim no. 2738)</p>
<p>Bila demikian adanya tidak pantas bagi seorang wanita yang mencari keselamatan dari adzab untuk menyelisihi suaminya dengan mengkufuri kenikmatan dan kebaikan yang telah banyak ia curahkan ataupun banyak mengeluh hanya karena sebab sepele yang tak sebanding dengan apa yang telah ia persembahkan untuk anak dan istrinya. Sepatutnya bila seorang istri melihat dari suaminya sesuatu yang tidak ia sukai atau tidak pantas dilakukan maka ia jangan mengkufuri dan melupakan seluruh kebaikannya. Sungguh, bila seorang istri tidak mau bersyukur kepada suami, sementara suaminya adalah orang yang paling banyak dan paling sering berbuat kebaikan kepadanya, maka ia pun tidak akan pandai bersyukur kepada Allah ta`ala, Dzat yang terus mencurahkan kenikmatan dan menetapkan sebab-sebab tersampaikannya kenikmatan pada setiap hamba.</p>
<p>Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p><strong>مَنْ لاَ يَشْكُرِ النَّاسَ لاَ يَشْكُرِ اللهَ</strong></p>
<p>“<em>Siapa yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia maka ia tidak akan bersyukur kepada Allah</em>.” (HR. Abu Dawud no. 4177 dan At-Tirmidzi no. 2020, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil di atas syarat Muslim, dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/338)</p>
<p>Al-Khaththabi berkata: “<em>Hadits ini dapat dipahami dari dua sisi</em>.</p>
<p><strong>Pertama:</strong> orang yang tabiat dan kebiasaannya suka mengingkari kenikmatan yang diberikan kepadanya dan enggan untuk mensyukuri kebaikan mereka maka menjadi kebiasaannya pula mengkufuri nikmat Allah ta`ala dan tidak mau bersyukur kepada-Nya.</p>
<p><strong>Sisi kedua:</strong> Allah tidak menerima rasa syukur seorang hamba atas kebaikan yang Dia curahkan apabila hamba tersebut tidak mau bersyukur (berterima kasih) terhadap kebaikan manusia dan mengingkari kebaikan mereka, karena berkaitannya dua perkara ini.” (‘Aunul Ma’bud, 13/114)</p>
<p>Adapun Al-Qadhi mengatakan tentang hadits ini:<em> “(Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan demikian) bisa jadi karena mensyukuri Allah ta`ala hanya bisa sempurna dengan patuh kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Sementara di antara perkara yang Dia perintahkan adalah berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara tersampaikannya nikmat-nikmat Allah kepadanya. Maka orang yang tidak patuh kepada Allah dalam hal ini, ia tidak menunaikan kesyukuran atas kenikmatan-Nya. Atau bisa pula maknanya, orang yang tidak berterima kasih kepada manusia yang telah memberikan dan menyampaikan kenikmatan kepadanya, padahal ia tahu sifat manusia itu sangat senang mendapatkan pujian, ia menyakiti si pemberi kebaikan dengan berpaling dan mengingkari apa yang telah diberikan, maka orang seperti ini akan lebih berani meremehkan sikap syukur kepada Allah, yang sebenarnya sama saja bagi-Nya antara kesyukuran dan kekufuran </em>.” (Tuhfatul Ahwadzi, 6/74).</p>
<p>Sepantasnya bagi seorang istri yang mencari keselamatan dari adzab Allah untuk mencurahkan seluruh kemampuannya dalam menunaikan hak-hak suami, karena suaminya adalah jembatan untuk meraih kenikmatan surga atau malah sebaliknya membawa dirinya ke jurang neraka. Al-Hushain bin Mihshan radliallahu anhu menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena satu keperluan dan setelah selesai dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya:</p>
<p><strong>أَ ذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنارُكِ</strong></p>
<p>“<em>Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab: “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah bersabda: “Lihatlah di mana keberadaanmu saat bergaul dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu</em>.” (HR. Ahmad 4/341. Berkata penulis Jami’ Ahkamin Nisa: hadits ini hasan, 3/430)</p>
<p>Saudariku, janganlah engkau sakiti suamimu dengan tidak mensyukuri apa yang telah diberikannya. Ingatlah, suamimu hanya sementara waktu menemanimu di dunia, kemudian dia akan berpisah denganmu dan berkumpul dengan para bidadari surga yang murka kala engkau menyakitinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan hal ini dalam sabdanya:</p>
<p><strong>لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهَا مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ: لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللهُ, فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ, يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا </strong></p>
<p>“<em>Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia kecuali berkata hurun `in (bidadari-bidadari surga) yang menjadi istri si suami di surga: “Jangan engkau menyakitinya qatalakillah , karena dia di sisimu hanyalah sebagai tamu dan sekedar singgah, hampir-hampir dia akan berpisah denganmu untuk bertemu dengan kami.</em>” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah no. 204. Berkata penulis Bahjatun Nazhirin: Sanad hadits ini shahih, 1/372)</p>
<p>Wallahu ta`ala a`lam bishawwab.</p>
<p>Dikutip dari Assysyariah.com offline Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein, Judul: Kekufuran Istri Berbuah Petaka</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1755&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/10/29/janganlah-menyakiti-suami-%e2%80%93-nasehat-untuk-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gempa Sumbar: Allah Menanyai Nurani Kita (2.6)</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/10/01/gempa-sumbar-allah-menanyai-nurani-kita-2-6/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/10/01/gempa-sumbar-allah-menanyai-nurani-kita-2-6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi padang]]></category>
		<category><![CDATA[gempa padang]]></category>
		<category><![CDATA[korban gempa padang]]></category>
		<category><![CDATA[padang pariaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1749</guid>
		<description><![CDATA[

TETEGUN. Selepas magrib, Selasa, 30 September 2009, stasiun TV Swasta yang menayangkan kekacauan, pakai letupan pistol segala, di Bandara Soekarno-Hatta, tiba-tiba menghentikan siaran karena ada berita lebih penting. Apa itu? Telah terjadi gempa dahsyat berskala 7,3 sr berpusat sekitar Pariman, kota wisata di Sumatera Barat. 7,3 sr? Yes. Dahsyat. Pasti itu.

Bulan July 2009, saya dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1749&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry">
<div class="post"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1753" title="Rumah Rusak Akibat Gempa di Padang Pariaman 5" src="http://evisyari.files.wordpress.com/2009/10/rumah-rusak-akibat-gempa-di-padang-pariaman-5.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Rumah Rusak Akibat Gempa di Padang Pariaman 5" width="300" height="225" /></div>
<div class="post">TETEGUN. Selepas magrib, Selasa, 30 September 2009, stasiun TV Swasta yang menayangkan kekacauan, pakai letupan pistol segala, di Bandara Soekarno-Hatta, tiba-tiba menghentikan siaran karena ada berita lebih penting. Apa itu? Telah terjadi gempa dahsyat berskala 7,3 sr berpusat sekitar Pariman, kota wisata di Sumatera Barat. 7,3 sr? Yes. Dahsyat. Pasti itu.</div>
<div id="post-1248" class="post">
<p>Bulan July 2009, saya dua kali ke Padang, dan beberapa kali sebelumnya. Di pesawat, sempat berdiskusi tentang banyak hal dengan teman sebangku. Ada hal yang langsung menyergap otak. “Pak, Sumatera Barat berada di jalur gempa. Itu tidak terhindarkan. Pada hitungan paling buruk, bisa-bisa pulau Sumatera patah jadi dua. Sumbar terbelah”. Pikiran ‘bergerak’ tidak karuan. Teringat Apak jo Amak, adik-adik, dan keluarga, orang kampung. Semuanya.<br />
<strong><br />
Egois, Maaf </strong><br />
Telepon ke Muaralabuh nyambung, Alhamdulillah Amak jo Apak, baik-baik saja. Amak terjatuh ketika merespon gempa. Yul, adik saya, ke Bengkulu, dan dengan ponakan menuju Padang. Tanpa kabar berita. Dari Padang komunikasi nol, telepon tidak nyambung. Untung Eka, adik saya sempat berkhabar melalui internet. Keluarga di Padang selamat. Alhamdulillah.</p>
<p>Silih berganti TV menyiarkan peristiwa dengan segala akibatnya. Sembari menonton TV memonitor melalui internet. Semakin malam semakin perih. Korban malam itu mencapai angka 200 orang tewas, dan yang terperangkap di hotel Ambacang saja, ratusan orang. Kepala serasa oleng. Pikiran kacau, perasaan diaduk-aduk. Doa pinta dipanjatkan. Tetapi, itu tidak cukup.</p>
<p>Ketika ada yang berkhabar, enam kelas anak-anak kecil terjebak reruntuhan saat mereka belajar, 12 orang menjadi mayat, sementara puluhan masih belum dapat dikeluarkan, ketangguhan perantau bobol. Air mata tidak tertahan. Ada api yang menjilat-jilat bangunan sampai luluh lantak, hujan tercurah tanpa ampun, listrik padam, kepanikan memuncak. Duh, mereka berlarian, berteriak, menangis, dan entah apa lagi. Ya, Allah.</p>
<p>Sementara saya hanya bisa berdoa. Sementara, saya hanya memikirkan keluarga. Ah … kemanusiaan dipertanyakan. Hindari ya Allah, hati terobat ketika hanya keluarga selamat. Bagaimana dengan yang lain? Bagaimana kalau menimpa diri sendiri. Ampun Gusti Allah.<br />
<strong><br />
Renung Empati</strong><br />
Satu-satunya hal yang menyenangkan, simpati datang dari berbagai kalangan dari banyak tempat. Tidak saja buat keluarga, tetapi buat semua, buat kemanusiaan. Kontak-kontak dijalin, saatnya ‘berbuat’ aplikasi ‘terjemahan’ doa. Semoga niat baik terealisasikan.</p>
<p>Ketika pagi ini dikhabari ada gempa susulan berskala 3,0 sr, berpusat di Jambi, duh semakin mencekam. Komunikasi ke Muarlabuh terputus total. Kelam informasi. Hanya, sekali lagi, hanya kekuatan doa yang mengobati diri, dan semoga juga buat yang merasakan langsung.</p>
<p>Bukan apa-apa, bukan mewakili siapa-siapa, menyimak tekat Wapres, mencermati langkah Menko Kesra, ada harapan terbetik. Mana pula mereka yang bergerak di area kemanusiaan langsung bergerak membawa pertolongan. Bangsa ini bangsa besar, petaka itu cobaan bersama.</p>
<p>Sudahlah. Simpanlah dulu amarah untuk sekadar memuaskan nafsu berkelahi melali tawuran di jalanan, anggota DPR yang ‘gagah-gagah’ itu mengumbar simpati. Ya, pertanda, bangsa ini bangsa besar. Kita bisa ‘mengatasi’ (dalam tanda kutip) Tsunami Aceh, Gempa Jogja, Tasik, dan banyak lagi. Kelambatan anggaplah pengalaman. Kita belajar dari apa yang kita lakukan. Semoga dengan aneka cobaan titik sadar kita semakin menyala. Ada langit di atas langit. Kita hanya bak debu di lautan Padang Gurun dan tanpa daya. Dialah segalanya.</p>
<p>Komunikasi, saat tulisan ini ditulis, 12.50 masih ngadat. Doa-doa menawar batin, gaung kebersamaan menenangkan pikiran dalam muatan harap, empati menbanjir. Bahwa realitas adalah kenyataan, bahwa niat adalah tekad, bahwa aksi adalah kekuatan, semua berpadu menuju aplikasi, berbuat dalam aksi.</p>
<p>Ya Allah Yang Mahatahu. Cobaan ini terlalu dalam. Berilah kami kekuatan, terangi lebih terang nurani kami. Cobaan ini menggempakan nurani. Selamatkanlah kami ya Allah, dari ‘kiamat kecil’ ini. Keluarga kami, saudara-saudar kami, semua kami. Amin ya Rabbal Alamin. Ya Allah, Yang Mahapenyayang.</p>
<p>Bagaimana menurut Sampeyan?</p>
<p>Banjarbaru, 1 Oktober 2009.</p>
<p>Ditulis oleh: ewa</p>
<p>Sumber: http://webersis.com</p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1749&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/10/01/gempa-sumbar-allah-menanyai-nurani-kita-2-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://evisyari.files.wordpress.com/2009/10/rumah-rusak-akibat-gempa-di-padang-pariaman-5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Rusak Akibat Gempa di Padang Pariaman 5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NIKMAT TAUBAT</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/07/30/nikmat-taubat/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/07/30/nikmat-taubat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 04:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[penyejuk kalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1725</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku yang tercinta,
Sejak diciptakan oleh Allah, manusia selalu berada di atas sebuah titian perjalanan.
Dunia bukanlah negeri untuk ditinggali selamanya. Akan tetapi ia adalah tempat persinggahan dan sekedar untuk lewat saja …
Perjalanan ini tidak akan pernah berakhir kecuali setelah kita menghadap Allah. Barangsiapa yang berlaku baik di dalam perjalanannya niscaya akan diberi balasan dengan kenikmatan abadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1725&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Saudaraku yang tercinta,<br />
Sejak diciptakan oleh Allah, manusia selalu berada di atas sebuah titian perjalanan.<br />
Dunia bukanlah negeri untuk ditinggali selamanya. Akan tetapi ia adalah tempat persinggahan dan sekedar untuk lewat saja …</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Perjalanan ini tidak akan pernah berakhir kecuali setelah kita menghadap Allah. Barangsiapa yang berlaku baik di dalam perjalanannya niscaya akan diberi balasan dengan kenikmatan abadi di surga… Dan barangsiapa yang berlaku jelek di dalam perjalanannya niscaya akan dibalas dengan siksa yang pedih di dalam Jahannam.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Oleh sebab itu, orang yang berbahagia adalah yang selalu bersiap-siap untuk menempuh perjalanan ini dan membekali dirinya untuk itu. Dia pun mempersiapkan bekal ketakwaan dan amal shalihnya. Sedangkan orang yang celaka ialah orang-orang yang menyia-nyiakan umurnya di dalam kelalaian dan kemaksiatan. Sehingga kedatangannya tatkala menghadap Tuhannya ia divonis sebagaimana para pendurhaka, pelaku dosa dan kesalahan.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Sementara itu, di dalam perjalanannya menuju Allah seorang hamba pastilah akan mengalami sesuatu yang tidak terpuji, baik berupa ucapan maupun perbuatan; sebab manusia bukanlah makhluk yang ma’shum (terjaga dari salah dan dosa). Dia tidak pernah lepas dari sifat lupa dan lalai. Dan karena kemaksiatan-kemaksiatan merupakan sebab timbulnya murka Allah terhadap hamba dan pemicu ditimpakannya hukuman atasnya maka Allah ‘azza wa jalla tidaklah menelantarkan hamba-hamba-Nya menjadi tawanan maksiat. Allah tidak membiarkan mereka terjebak dalam kebingungan dan kekalutan. Akan tetapi Allah melimpahkan nikmat yang sangat agung kepada mereka. Allah karuniakan kepada mereka sebuah anugerah yang sangat besar. Yaitu dengan dibukakan-Nya pintu taubat dan inabah bagi mereka. Kalau seandainya Allah tidak memberikan taufik kepada hamba-hamba-Nya untuk bertaubat dan tidak memberikan nikmat diterimanya taubat itu pastilah hamba akan terjebak dalam sebuah kondisi sempit yang amat menyusahkan. Sehingga merekapun diliputi rasa putus asa dari mendapatkan ampunan. Dan harapan mereka untuk bisa mencari kedekatan dengan Tuhannya pun menipis dan terputuslah keinginan mereka untuk bisa meraih ampunan, kelapangan dan kelonggaran.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;"><strong>Allah Maha pengampun, Maha penerima taubat dan Maha penyayang</strong><br />
Allah menyifati diri-Nya di dalam Al Qur’an bahwa Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang hampir mendekati 100 kali. Allah berjanji mengaruniakan nikmat taubat kepada hamba-hamba-Nya di dalam sekian banyak ayat yang mulia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah menginginkan untuk menerima taubat kalian, sedangkan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya ingin agar kalian menyimpang dengan sejauh-jauhnya” (QS. An Nisaa’ [4] : 27)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Dan seandainya bukan karena keutamaan dari Allah kepada kalian dan kasih sayang-Nya (niscaya kalian akan binasa). Dan sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha bijaksana” (QS. An Nuur [24] : 10). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas ampunannya” (QS. An Najm [53] : 32). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rahmat-Ku amat luas meliputi segala sesuatu” (QS. Al A’raaf [7] : 156)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Oleh karenanya, saudaraku yang tercinta<br />
Pintu taubat ada di hadapanmu terbuka lebar, ia menanti kedatanganmu…<br />
Jalan kaum yang bertaubat telah dihamparkan, …<br />
Ia merindukan pijakan kakimu…<br />
Maka ketuklah pintunya dan tempuhlah jalannya. Mintalah taufik dan pertolongan kepada Tuhanmu…</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Bersungguh-sungguhlah dalam menaklukkan hawa nafsumu, paksalah ia untuk tunduk dan taat kepada Tuhannya. Dan apabila engkau telah benar-benar bertaubat kepada Tuhanmu kemudian sesudah itu engkau terjatuh lagi di dalam maksiat -sehingga memupus taubatmu yang terdahulu- janganlah malu untuk memperbaharui taubatmu untuk kesekian kalinya. Selama maksiat itu masih berulang padamu maka teruslah bertaubat.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Karena sesungguhnya Dia Maha mengampuni kesalahan hamba-hamba yang benar-benar bertaubat kepada-Nya” (QS. Al Israa’ [17] : 25). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Dzat Yang Maha pengampun lagi Maha penyayang. Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan” (QS. Az Zumar [39] : 53-54)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian berbuat dosa sehingga tumpukan dosa itu setinggi langit kemudian kalian benar-benar bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubat kalian” (Shahih Ibnu Majah)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Maka dimanakah orang-orang yang bertaubat dan menyesali dosanya?<br />
Dimanakah orang-orang yang kembali taat dan merasa takut siksa?<br />
Dimanakah orang-orang yang ruku’ dan sujud?</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;"><strong>Kewajiban bertaubat</strong><br />
Hakikat taubat adalah meninggalkan segala yang dibenci Allah lahir maupun batin menuju segala hal yang dicintai-Nya lahir maupun batin. Asal makna taubat adalah kembali. Barangsiapa yang kembali insaf setelah terjerumus dalam berbagai penyimpangan karena merasa malu kepada Allah dan takut terhadap azab-Nya maka dialah orang yang disebut sebagai taa’ib (pelaku taubat)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Hukum taubat fardhu ‘ain atas setiap muslim berdasarkan Al Kitab, As Sunnah dan Ijma’.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Adapun dalil dari Al Kitab, ini didasarkan oleh firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dan bertaubatlah kepada Allah wahai semua orang beriman, supaya kalian mendapatkan keberuntungan” (QS. An Nuur [24] : 31) Begitu pula firman Allah ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya” (QS. At Tahriim [66] : <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Di dalam kedua ayat ini terdapat perintah yang sangat tegas untuk bertaubat kepada semua kaum beriman. Hal ini menunjukkan wajibnya melakukan taubat. Dan ia juga sekaligus menunjukkan bahwa taubat itu tidak khusus berlaku bagi para pelaku maksiat dan kesalahan saja; karena Allah ta’ala memerintahkannya kepada seluruh kaum beriman.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Dalil lain yang juga menunjukkan atas kewajiban bertaubat ialah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang berbuat zalim” (QS. Al Hujuraat [49] : 11). Di dalam ayat ini Allah membagi hamba-hamba-Nya ke dalam dua kelompok : yang bertaubat dan yang zalim. Dan karena kezaliman itu diharamkan maka sebaliknya bartaubatpun menjadi sebuah kewajiban.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Adapun dalil dari As Sunnah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk bertaubat. Beliau bersabda, “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Karena sesungguhnya aku sendiri bertaubat kepada Allah dalam sehari 100 kali” (HR. Muslim)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Sedangkan dalil ijma’ ialah sebagaimana telah diutarakan oleh Ibnu Qudamah, “Telah terjadi ijma’ atas wajibnya bertaubat” (Mukhtashar Minhaajul Qaashidiin). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Setiap hamba harus bertaubat, Taubat itu merupakan kewajiban orang yang hidup terdahulu maupun belakangan” (Majmuu’ul Fataawa). Al Qurthubi mengatakan, “Dan tidak ada perselisihan diantara umat ini tentang wajibnya bertaubat, dan bahwasanya ia termasuk kewajiban setiap individu” (Al Jaami’ li Ahkaamil Qur’an)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Saudaraku yang tercinta,<br />
Salah satu bukti kasih sayang Allah ta’ala kepadamu yaitu Dia menjadikan taubat itu sebagai sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, … agar Dia memaafkan kamu dan supaya dosa-dosamu diampuni-Nya, dan Allah pun akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu. Allah ‘azza wa jalla tidak sedikitpun membutuhkan apa-apa dari kita, baik yang berupa ketaatan maupun amal-amal kita. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Tidaklah akan sampai kepada Allah daging-daging sembelihan itu, tidak juga darah-darahnya akan tetapi yang dinilai oleh Allah adalah ketakwaan kalian” (QS. Al Hajj [22] : 37)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Maka bersegeralah wahai saudaraku, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh. Perbaharuilah taubat setiap hari dan setiap waktu. Karena sesungguhnya seseorang yang bertaubat dari dosa-dosanya dan benar-benar menyesalinya tidaklah terhitung sebagai orang yang terus menerus berkubang dalam dosa, meskipun dalam sehari dia telah melakukannya lebih dari 70 kali!!</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;"><strong>Bertaubatlah sekarang juga</strong><br />
Saudaraku yang tercinta, taubat itu wajib dilakukan dengan segera. Artinya tidak boleh mengakhirkan dan menunda-nundanya. Karena hal itu tergolong dosa baru yang membutuhkan taubat lagi. Tidakkah orang yang menunda-nunda taubat ini menyadari ketika dia berkata, “Besok saya akan bertaubat” bahwa besok belum tentu dia masih hidup.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Bahkan lebih dari itu, dia pun tidak tahu apakah saat itu dia masih sanggup bisa berdiri dari tempatnya. Karena kematian terkadang datang secara tiba-tiba, tanpa ada sebab-sebab maupun tanda-tanda yang tampak. Betapa banyak kita lihat orang-orang yang mengalami kematian secara tiba-tiba akibat terkena serangan jantung secara mendadak, kecelakaan yang tiba-tiba atau karena sebab-sebab lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidak ada satu jiwapun yang mengetahui secara pasti apa yang akan dilakukannya besok hari, dan tidak ada satu jiwapun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati” (QS. Luqman [31] : 34)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Allah memerintahkan agar kita bersegera dalam meraih sebab-sebab yang bisa mendatangkan ampunan, sedangkan taubat termasuk diantaranya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan bersegeralah kalian untuk menggapai ampunan dari Tuhan kalian serta surga yang lebarnya selebar langit dan bumi” (QS. Ali ‘Imran [3] : 133). Allah berfirman (yang artinya), “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah [2] : 148). Allah ‘azza wa jalla juga berfirman, “Dan orang-orang yang apabila melakukan kekejian atau kezaliman terhadap diri sendiri mereka lantas mengingat Allah dan memohon ampunan atas dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang bisa memberikan ampunan terhadap dosa selain Allah. Dan mereka juga tidak terus menerus berkubang dalam kesalahan sedang mereka mengetahuinya” (QS. Ali Imran [3] : 135).</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah orang yang terus menerus dalam dosa yang dilakukannya sementara dia menyadarinya” (HR. Ahmad dan dinilai shahih Al Albani)</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Oleh karenanya, wahai saudaraku yang tercinta!<br />
Bertaubatlah sekarang juga, sebelum kezaliman itu semakin bertumpuk-tumpuk menjejali hatimu sehingga engkaupun menjadi tidak sanggup lagi membendung derasnya perbuatan maksiat.<br />
Bertaubatlah sekarang, sebelum sakit atau kematian menimpamu sehingga tidak bisa lagi kau dapatkan kesempatan emas untuk bertaubat.<br />
Bertaubatlah sekarang, sebelum malaikat maut datang kepadamu lantas kaupun menyesalinya, “Wahai Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia” maka Allah pun menjawab, “Sekali-kali tidak”.</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Diterjemahkan dengan sedikit perubahan dari buku mungil berjudul ‘Ayyuhalmuqashshir mata tatubu?’</p>
<p style="font-size:1em;line-height:1.5em;margin:1.2em 0;padding:0;">Sumber : http://abu0mushlih.wordpress.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1725&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/07/30/nikmat-taubat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk Sedekah</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/06/26/yuk-sedekah/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/06/26/yuk-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 05:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1703</guid>
		<description><![CDATA[Ada sepasang suami istri yang mendapatkan berkah memiliki anak-anak yang menghafalkan al Qur’an. Dua dari anak-anaknya, disekolahkan di Daarul Qur’an. Kembar. Sebelum masuk di SLTP Daarul Qur’an udah hafal 20-an juz duluan. Di Daarul Qur’an tinggal penyempurnaan saja. Ketika kisah ini saya angkat di DhuhaaCoffee, si kembar ini, dua-duanya sudah berhasil merampungkan hafalan al Qur’an.


Ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1703&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ffffff;">Ada sepasang suami istri yang mendapatkan berkah memiliki anak-anak yang menghafalkan al Qur’an. Dua dari anak-anaknya, disekolahkan di Daarul Qur’an. Kembar. Sebelum masuk di SLTP Daarul Qur’an udah hafal 20-an juz duluan. Di Daarul Qur’an tinggal penyempurnaan saja. Ketika kisah ini saya angkat di DhuhaaCoffee, si kembar ini, dua-duanya sudah berhasil merampungkan hafalan al Qur’an.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Ibu dan ayahnya si kembar ini kemudian berkenalan lebih dalam dengan sedekah. Keajaiban-keajaiban kecil terjadi ketika sepasang suami nan berkah ini menjalankan sedekah. Hingga kemudian keduanya memutuskan sedekah besar. Mobilnya dia jual, dan beliau berdua sedekahkan. Beliau punya doa kepada Allah. Yakni agar rumah dan tanah yang sedang dijual di dekat kediaman mereka bisa mereka beli.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Dengan yakinnya mereka bilang, “Kami sedekahkan mobil kami agar Allah berikan kepada kami rizki agar rumah dan tanah tersebut bisa kami bayarkan. Tepat pada waktunya”.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Saat itu, saya mengiyakan juga. Sebagai doa juga buat beliau berdua. Padahal mah, hati ini membatin, bahwa keduanya berhak mendapatkan yang lebih besar dari sekedar rumah dan tanah tersebut. Tapi saya juga meyakini, bahwa insya Allah mungkin saja terjadi. Wong testimoni begini udah sering juga terjadi.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Hingga saatnya pemilik rumah ini memberi tenggat waktu, keduanya belom mendapat jawaban. Tapi emang husnudzdzannya sama Allah minta ampun besarnya. Beliau banting kepada “bahwa belomlah cukup berterima kasih diberi anak-anak yang semuanya menghafal al Qur’an”. Beliau juga biarkan semua terjadi dan terjadilah. Bahwa dia berdua sudah menyedekahkan kijangnya, ya sudah. Tidak semua orang juga kan bisa menyedekahkan mobil satu-satunya. Sedangkan dia bisa. Artinya, dari sisi ini saja, sudah bersyukur banget. Luar biasa. Apalagi katanya, dia berdua kini pake mobil kijang baru. Innova. Sewaan sih, tapi kan ga ada yang tahu juga bahwa ini sewaannya. Mereka berdua masih menyimpan keyakinan, bahwa sedekahnya biar bagaimana, mestilah diganti sama Allah. Hanya emang Allah lah yang tahu kapan-kapannya penggantian itu dan pegimana bentuknya. Bisa jadi, belum seukuran rumah dan tanah yang diincar. Melainkan mobil pengganti dulu, sehingga begitu sewaan selesai, mobil baru sudah diberi Allah.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Saya terus memompa beliau supaya makin kuat husnudzdzannya sama Allah. Saat tulisan ini diturunkan, tanah yang diincar tersebut, sudah dibeli kawannya. Sudah di-DP-in 100jt. Totalnya 300jt. Tapi kemudian beliau ngabarin bahwa tanah tersebut ditawarkan ulang. Katanya, lunasin saja 2 bulan lagi. Yang 100jt nya yang sudah dia dp-kan, entar-entar aja bayarnya.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Saya kemudian bilang ke mereka, tetap saja ga usah maksain. Biar saja. Terus saja meminta kepada Allah. Belum diberi tapi jangan sampe kemudian kita ini berhenti meminta. Meminta mah meminta aja terus. Siapa tahu ada Rencana Allah yang begitu indah. Ada hamba-Nya Allah yang Allah gerakkan untuk beli itu rumah. Dan ada yang lain yang digerakkan untuk membeli tanahnya. Oleh si pembeli rumah, rumah itu dibagusin, direnovasi. Dan oleh si pembeli tanah, tanah itu dibangunkan kontrakan-kontrakan. Kemudian, bisa jadi juga dua-duanya ada kesulitan, lalu dijuallah keduanya. Rumah yang sudah bagus itu dijual, dan tanah yang sudah dibangun kontrakan, juga dijual. Dijualnya sama satu orang. Lalu, orang ini kemudian menghibahkan kepada si suami istri ini untuk dijadikan pesantren! Bisa saja. Wong Allah koq yang punya kuasa. Insya Allah semuanya mungkin. Yang penting, husnudzdzan teruuuus dan jangan pernah mempertanyakan keadilan dan jawaban janji Allah. Kita-kitanya saja yang harus sering-sering mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang diri kita. Oceh?</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Nah, kasus demi kasus sedekah, kisah demi kisah sedekah, disajikan untuk diri saya dan saudara-saudara semua. Semoga bermanfaat.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Sumber : </span><a style="text-decoration:underline;" href="http://www.wisatahati.com/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#ffffff;">www.wisatahati.com</span></span></span></span></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1703&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/06/26/yuk-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan Penyucian Jiwa</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/06/16/ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dan-penyucian-jiwa/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/06/16/ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dan-penyucian-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 04:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[penyejuk kalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Penyucian Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyatun nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1691</guid>
		<description><![CDATA[Penyucian jiwa adalah masalah yang sangat penting dalam Islam, bahkan merupakan salah satu tujuan utama diutusnya Nabi kita Muhammmad shallallahu ‘alaihi wa sallam(Lihat kitab Manhajul Anbiya’ fii Tazkiyatin Nufuus, hal. 21)

Allah Ta’ala menjelaskan hal ini dalam banyak ayat Al Qur-an, di antaranya firman Allah Ta’ala,
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1691&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Penyucian jiwa adalah masalah yang sangat penting dalam Islam, bahkan merupakan salah satu tujuan utama diutusnya Nabi kita Muhammmad </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;">(Lihat kitab </span><em><span style="color:#ffffff;">Manhajul Anbiya’ fii Tazkiyatin Nufuus</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal. 21)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;">
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Allah Ta’ala menjelaskan hal ini dalam banyak ayat Al Qur-an, di antaranya firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu, dan menyucikan(diri)mu, dan mengajarkan kepadamu Al kitab (Al Qur-an) dan Al Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Al Baqarah: 151)</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Juga firman-Nya,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Sungguh Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mensucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur-an) dan Al Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Ali ‘Imraan: 164)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Makna firman-Nya “menyucikan (jiwa) mereka” adalah membersihkan mereka dari keburukan akhlak, kotoran jiwa dan perbuatan-perbuatan jahiliyyah, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya (hidayah Allah Ta’ala). (Lihat </span><em><span style="color:#ffffff;">Tafsir Ibnu Katsir</span></em><span style="color:#ffffff;">, 1/267)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><strong><span style="color:#ffffff;">Pentingnya Tazkiyatun Nufus Dalam Islam</span></strong></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Pentingnya tazkiyatun nufus ini akan semakin jelas kalau kita memahami bahwa makna takwa yang hakiki adalah pensucian jiwa itu sendiri (Lihat kitab </span><em><span style="color:#ffffff;">Manhajul Anbiya’ fii Tazkiyatin Nufuus</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal. 19-20). Artinya ketakwaan kepada Allah Ta’ala yang sebenarnya tidak akan mungkin dicapai kecuali dengan berusaha menyucikan dan membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran yang menghalangi seorang hamba untuk dekat kepada Allah Ta’ala.</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Allah Ta’ala menjelaskan hal ini dalam firman-Nya,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاها قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Dan (demi) jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu (dengan ketakwaan) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (dengan kefasikan).”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Asy Syams: 7-10)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Demikian juga sabda Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> dalam doa beliau:</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Allahumma aati nafsii taqwaaha wa zakkihaa, anta khoiru man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa mawlahaa” [Ya Allah, anugerahkanlah kepada jiwaku ketakwaan, dan sucikanlah jiwaku (dengan ketakwaan itu), Engkau-lah Sebaik-baik Yang Mensucikannya, (dan) Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya]”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (HSR. Muslim dalam </span><em><span style="color:#ffffff;">Shahih Muslim</span></em><span style="color:#ffffff;"> no. 2722)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Imam Maimun bin Mihran (seorang ulama tabi’in) berkata, “Seorang hamba tidak akan mencapai takwa sehingga dia melakukan muhasabatun nafsi (introspeksi terhadap keinginan jiwa untuk mencapai kesucian jiwa) yang lebih ketat daripada seorang pedagang yang selalu mengawasi sekutu dagangnya (dalam masalah keuntungan dagang). Oleh karena itu, ada yang mengatakan: Jiwa manusia itu ibarat sekutu dagang yang suka berkhianat. Kalau Anda tidak selalu mengawasinya, dia akan pergi membawa hartamu (sebagaimana jiwa akan pergi membawa agamamu)” (Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab beliau </span><em><span style="color:#ffffff;">Ighaatsatul Lahfaan</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal. 147 &#8211; </span><em><span style="color:#ffffff;">Mawaaridul Amaan</span></em><span style="color:#ffffff;">)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Ketika menerangkan pentingnya </span><a style="text-decoration:underline;font-weight:normal;" title="Ahlussunnah dan penyucian jiwa" href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/ahlus-sunnah-wal-jamaah-dan-penyucian-jiwa-1.html"><span style="color:#ffffff;">tazkiyatun nufus</span></a><span style="color:#ffffff;">, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, “Orang-orang yang menempuh jalan (untuk mencari keridhaan) Allah Ta’ala, meskipun jalan dan metode yang mereka tempuh berbeda-beda, akan tetapi mereka sepakat mengatakan bahwa nafsu (jiwa) manusia adalah penghalang utama bagi hatinya untuk sampai kepada ridha Allah Ta’ala. Sehingga seorang hamba tidak akan mencapai kedekatan kepada Allah Ta’ala melainkan setelah dia berusaha menentang dan menguasai nafsunya (dengan melakukan tazkiyatun nufus)” (Kitab</span><em><span style="color:#ffffff;">Ighaatsatul Lahfaan</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal. 132 &#8211; </span><em><span style="color:#ffffff;">Mawaaridul Amaan</span></em><span style="color:#ffffff;">))</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><strong><span style="color:#ffffff;">Manhaj Ahlul Bid’ah Dalam Penyucian Jiwa</span></strong></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Karena pentingnya kedudukan tazkiyatun nufus dalam agama Islam inilah, tidak heran kalau kita mendapati orang-orang ahlul bid’ah berlomba-lomba mengatakan bahwa merekalah yang paling perhatian terhadap masalah ini, bahkan sebagian mereka berani mengklaim bahwa hanya dengan mengamalkan metode merekalah seorang hamba bisa mencapai kesucian jiwa yang utuh dan sempurna.</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Akan tetapi, kalau kita mengamati dengan seksama metode-metode mereka, kita akan dapati bahwa semua metode tersebut tidak bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah. Akan tetapi sumbernya adalah pertimbangan akal dan perasaan, atau ciptaan pimpinan-pimpinan kelompok mereka, bahkan berdasarkan khayalan atau mimpi yang kemudian mereka namakan mukasyafah (tersingkapnya tabir) </span><strong><span style="color:#ffffff;">[1]</span></strong><span style="color:#ffffff;">. Inilah sebab utama yang menjadikan setan mampu menyesatkan mereka sejauh-jauhnya dari jalan yang benar, karena berpalingnya mereka dari petunjuk Allah dalam Al Qur-an dan Sunnah. Sehingga dengan manerapkan metode-metode mereka tersebut seseorang tidak akan mencapai kesucian jiwa dan kebersihan hati yang sebenarnya, bahkan justru hatinya akan semakin jauh dari Allah karena mereka mengikuti jalan-jalan setan, “Barangsiapa yang berpaling dari dalil (Al Qur-an dan Sunnah) maka jalannya akan tersesat” (Ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab </span><em><span style="color:#ffffff;">Miftahu Daaris Sa’aadah</span></em><span style="color:#ffffff;">, 1/83)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><strong><span style="color:#ffffff;">[1]</span></strong><span style="color:#ffffff;"> </span><em><span style="color:#ffffff;">Maksudnya adalah cerita bohong orang-orang ahli Tasawuf yang bersumber dari bisikan jiwa dan perasaan mereka, yang sama sekali tidak berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah.</span></em></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Termasuk tipu daya setan adalah apa yang dilontarkannya kepada orang-orang ahli tasawuf yang bodoh, berupa </span><em><span style="color:#ffffff;">asy syathahaat</span></em><span style="color:#ffffff;">(ucapan-ucapan tanpa sadar/igauan) dan penyimpangan besar, yang ditampakkannya kepada mereka sebagai bentuk </span><em><span style="color:#ffffff;">mukasyafah</span></em><span style="color:#ffffff;"> (tersingkapnya tabir hakikat) dari khayalan-khayalan. Maka setan pun menjerumuskan mereka dalam berbagai macam kerusakan dan kebohongan, serta membukakan bagi mereka pintu pengakuan-pengakuan dusta yang sangat besar. Setan membisikan kepada mereka bahwa sesungguhnya di luar ilmu (syariat yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah) ada jalan lain yang jika mereka menempuhnya maka jalan itu akan membawa mereka kepada tersingkapnya (hakikat dari segala sesuatu) secara jelas dan membuat mereka tidak butuh lagi untuk terikat dengan (hukum dalam) Al Qur’an dan As Sunnah [?!] …maka ketika mereka menempuh jalan yang jauh dari bimbingan ilmu yang dibawa oleh Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;">, setan pun menampakkan kepada mereka berbagai macam kesesatan sesuai dengan keadaan mereka, dan membisikkan khayalan-khayalan ke dalam jiwa mereka, kemudian menjadikan khayalan-khayalan tersebut seperti benar-benar nyata sebagai penyingkapan hakikat dari segala sesuatu secara jelas…[?!]” (Kitab </span><em><span style="color:#ffffff;">Ighaatsatul Lahfaa</span></em><span style="color:#ffffff;">n, hal. 193 &#8211; </span><em><span style="color:#ffffff;">Mawaaridul Amaan</span></em><span style="color:#ffffff;">)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Senada dengan ucapan di atas, Imam Ibnul Jauzi ketika menjelaskan perangkap setan dalam menjerumuskan orang-orang tasawuf, beliau berkata, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya awal mula talbis (pengkaburan/perangkap) Iblis untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan adalah dengan menghalangi (memalingkan) mereka dari ilmu agama yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah, karena ilmu agama itu adalah cahaya yang menerangi hati, maka jika Iblis telah berhasil memadamkan lampu-lampu cahaya mereka, dia akan mampu mengombang-ambingkan dan menyesatkan mereka dalam kegelapan (kesesatan) sesuai dengan keinginannya.” (Kitab </span><em><span style="color:#ffffff;">Talbiisu Ibliis</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal. 389)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Adapun manhaj Ahlus Sunnah dalam hal ini adalah metode yang paling selamat dan terjamin kebenarannya, karena benar-benar bersumber dari wahyu Allah Yang Maha Menguasai hati manusia dan Maha Mampu Membersihkan jiwa mereka. Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim (no. 2654), Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;">bersabda, </span><em><span style="color:#ffffff;">“Sesungguhnya hati manusia semuanya (berada) di antara dua jari dari jari-jari Ar Rahman (Allah Ta’ala), seperti hati yang satu, yang Dia akan memalingkan (membolak-balikkan) hati tersebut sesuai dengan kehendak-Nya”</span></em><span style="color:#ffffff;">, kemudian Rasulullah</span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> membaca doa:</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubana ‘ala tho’atik.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> [Ya Allah yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu]</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;">
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Juga dalam doa Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> yang kami sebutkan di atas:</span><em><span style="color:#ffffff;">“Allahumma aati nafsii taqwaaha wa zakkihaa, anta khoiru man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa mawlahaa.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> [Ya Allah, anugerahkanlah kepada jiwaku ketakwaan, dan sucikanlah jiwaku (dengan ketakwaan itu), Engkau-lah Sebaik-baik Yang Mensucikannya, (dan) Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya]” (HSR. Muslim dalam Shahih Muslim no. 2722)</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Allah Ta’ala menjelaskan salah satu fungsi utama diturunkannya Al Qur-an yaitu membersihkan hati dan menyucikan jiwa manusia dari noda dosa dan maksiat yang mengotorinya, dalam firman-Nya,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَداً رَابِياً وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Allah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka aliran air itu itu membawa buih yang mengambang (di permukaan air). Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasaan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak berguna; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Ar Ra’d: 17)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Dalam menafsirkan ayat di atas Imam Ibnul Qayyim berkata, “(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala mengumpamakan ilmu yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> dengan air (hujan), karena keduanya membawa kehidupan dan manfaat bagi manusia dalam kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Kemudian Allah mengumpamakan hati manusia dengan lembah (sungai, danau dan lain-lain), hati yang lapang (karena bersih dari kotoran) akan mampu menampung ilmu yang banyak sebagaimana lembah yang luas mampu menampung air yang banyak, dan hati yang sempit (karena dipenuhi kotoran) hanya mampu menampung ilmu yang sedikit sebagaimana lembah yang sempit hanya mampu menampung air yang sedikit, Allah berfirman (yang artinya), </span><em><span style="color:#ffffff;">“…Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya (daya tampungnya)”</span></em><span style="color:#ffffff;"> Kemudian Allah berfirman (yang artinya), </span><em><span style="color:#ffffff;">“…Maka aliran air itu itu membawa buih yang mengambang (di permukaan air)”</span></em><span style="color:#ffffff;"> Ini adalah perumpamaan yang Allah sebutkan bagi ilmu (wahyu dari-Nya) ketika kemanisan ilmu tersebut masuk dan meresap ke dalam hati manusia, maka ilmu tersebut akan mengeluarkan membersihkan dari hati manusia buih (kotoran) syubhat (kerancuan dalam memahami dan mengamalkan agama) yang merusak sehingga kotoran tersebut akan mengambang (tidak menetap) di permukaan hati, sebagaimana aliran air akan mengeluarkan kotoran dari lembah sehingga kotoran tersebut akan mengambang di permukaan air. Allah Ta’ala mengabarkan bahwa kotoran tersebut mengambang dan mengapung di atas permukaan air, tidak menetap (dengan kuat) di atas tanah. Demikian pula (keadaan kotoran) syubhat yang rusak ketika ilmu mengeluarkan (membersihkan)nya (dari hati), syubhat tersebut akan mengambang dan mengapung di atas permukaan hati, tidak menetap dalam hati, bahkan kemudian akan dibuang dan disingkirkan dari hati, sehingga pada akhirnya yang menetap pada hati tersebut adalah petunjuk (ilmu) dan agama yang benar (amal shaleh) yang bermanfaat bagi orang tersebut dan orang lain, sebagaimana yang akan menetap pada lembah adalah air yang jernih dan buih (kotoran) akan tersingkirkan sebagai sesuatu yang tidak berguna. Tidaklah mampu (memahami) perumpaan-perumpaan dari Allah kecuali orang-orang yang berilmu.” (Kitab </span><em><span style="color:#ffffff;">Miftaahu Daaris Sa’aadah</span></em><span style="color:#ffffff;">, 1/61)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Kemudian Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> lebih mempertegas perumpaan di atas dalam sabda beliau, </span><em><span style="color:#ffffff;">“Sesungguhnya perumpaan bagi petunjuk dan ilmu yang Allah wahyukan kepadaku seperti air hujan (yang baik) yang Allah turunkan ke bumi…”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (HSR Al Bukhari no. 79 dan Muslim no. 2282)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Imam Ibnu Hajar dalam kitab beliau </span><em><span style="color:#ffffff;">Fathul Baari</span></em><span style="color:#ffffff;"> membawakan ucapan para ulama dalam menerangkan makna hadits ini: </span><em><span style="color:#ffffff;">“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan bagi agama yang beliau bawa (dari Allah Ta’ala) seperti air hujan (yang baik) yang merata dan turun ketika manusia (sangat) membutuhkannya, seperti itu jugalah keadaan manusia sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana air hujan tersebut memberi kehidupan (baru) bagi negeri yang mati (kering dan tandus), demikian pula ilmu agama akan memberi kehidupan bagi hati yang mati…”</span></em><span style="color:#ffffff;">(</span><em><span style="color:#ffffff;">Fathul Baari</span></em><span style="color:#ffffff;">, 1/177)</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Adapun dalil-dalil dari Al Qur-an dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa masing-masing dari ibadah yang Allah Ta’ala syariatkan kepada hamba-hamba-Nya bertujuan untuk menyucikan dan membersihkan jiwa-jiwa mereka, maka terlalu banyak untuk disebutkan semua. Misalnya adalah shalat. Allah Ta’ala menjelaskan salah satu tujuan utama disyariatkannya ibadah ini, yaitu untuk membersihkan jiwa manusia dari perbuatan keji dan mungkar yang termasuk kotoran dan penyakit hati yang paling merusak, dalam firman-Nya,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“…Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Al ‘Ankabuut: 45)</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Demikian pula zakat, Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan (jiwa dan hati) mereka…”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs At Taubah: 103)</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Demikian pula puasa, karena tujuan utama puasa adalah untuk mencapai takwa, yang hakikat dari takwa itu adalah penyucian jiwa, sebagaimana penjelasan di atas. Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Al Baqarah: 183)</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Demikian juga syariat hijab (tabir) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, Allah berfirman,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Qs Al Ahzaab: 53)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Dan masih banyak contoh lainnya, bahkan secara umum pengagungan terhadap semua perintah Allah dalam syariat-Nya adalah bukti ketakwaan hati dan </span><a style="text-decoration:underline;font-weight:normal;" title="Ahlussunnah dan penyucian jiwa" href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/ahlus-sunnah-wal-jamaah-dan-penyucian-jiwa-2.html"><span style="color:#ffffff;">kesucian jiwa</span></a><span style="color:#ffffff;">. Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">“Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar (perintah-perintah/syariat) Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”</span></em><span style="color:#ffffff;">(Qs Al Hajj: 32)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa penyucian jiwa yang sebenarnya hanyalah dapat dicapai dengan memahami dan mengamalkan wahyu Allah Ta’ala yang terjamin kebenarannya, yaitu Al Qur’an dan sunnah yang shahih (benar). Oleh karena itulah, menurut manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, untuk mencapai kebersihan hati dan kesucian jiwa tidak ada metode atau cara-cara khusus selain dari mempelajari dan mengamalkan syariat Islam secara keseluruhan. (Lihat kitab</span><em><span style="color:#ffffff;">Manhajul Anbiya’ fii Tazkiyatin Nufuus</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal. 59). Karena kalau masalah ini merupakan hal yang sangat penting dalam Islam, bahkan merupakan salah satu tujuan utama diutusnya Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;">, sebagaimana penjelasan di awal tulisan ini, maka apakah mungkin syariat Islam yang lengkap dan sempurna ini luput dari menjelaskan masalah yang sangat dibutuhkan manusia ini? Padahal Rasulullah</span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> telah bersabda, </span><em><span style="color:#ffffff;">“Tidak tertinggal sedikitpun (dari perkataan atau perbuatan) yang (bisa) mendekatkan kamu dari surga dan menjauhkanmu dari neraka melainkan (semuanya) telah dijelaskan bagimu (dalam agama Islam ini)”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (HR Ath Thabraani dalam </span><em><span style="color:#ffffff;">Al Mu’jamul Kabiir</span></em><span style="color:#ffffff;"> no. 1647 dan dinyatakan Shahih oleh Syaikh Al Albani dalam </span><em><span style="color:#ffffff;">Ash Shahihah</span></em><span style="color:#ffffff;"> no. 1803). Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Abu Dzar Al Gifaari </span><em><span style="color:#ffffff;">radhiyallahu ‘anhu</span></em><span style="color:#ffffff;"> setelah sebelumnya beliau berkata, “Rasulullah</span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;"> telah wafat meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di udara (tidak ada satu masalahpun yang kami butuhkan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala) melainkan beliau telah menjelaskan ilmu (petunjuk Allah) dalam semua masalah tersebut.” (Ibid)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Oleh karena itulah, maka orang yang paling bersih hatinya dan paling suci jiwanya adalah orang yang paling banyak memahami dan mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;">. Bahkan membaca dan memahami kitab-kitab para ulama yang berisi ilmu yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah adalah satu-satunya obat untuk membersihkan kotoran hati dan jiwa manusia. Imam Ibnul Jauzi mengatakan di sela-sela sanggahan beliau terhadap sebagian ahli tasawuf yang mengatakan bahwa ilmu tentang syariat Islam tidak diperlukan untuk mencapai kebersihan hati dan kesucian jiwa, </span><em><span style="color:#ffffff;">“Ketahuilah bahwa hati manusia tidak mungkin terus dalam keadaan bersih, akan tetapi suatu saat mesti akan bernoda karena dosa dan maksiat, maka pada waktu itu dibutuhkan pembersih hati dan pembersih hati itu adalah menelaah kitab-kitab ilmu agama untuk memahami dan mengamalkannya.”</span></em><span style="color:#ffffff;"> (Kitab</span><em><span style="color:#ffffff;">Talbisu Ibliis</span></em><span style="color:#ffffff;">, hal.398)</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><strong><span style="color:#ffffff;">Epilog</span></strong></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">Setelah membaca tulisan di atas jelaslah bagi kita bagaimana pentingnya mengkaji dan memahami ilmu agama, karena inilah satu-satunya cara untuk meraih kemuliaan tingi dalam agama, yaitu ketakwaan hati dan kesucian jiwa. Oleh karena itu, sangat wajar kalau kita dapati para ulama Ahlus Sunnah menggambarkan kebutuhan manusia terhadap ilmu agama melebihi besarnya kebutuhan mereka terhadap semua kebutuan pokok dalam kehidupan mereka.</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Alangkah indahnya ucapan Imam Ahmad bin Hambal, Imam ahlus Sunnah di jamannya, ketika menggambarkan kebutuhan manusia terhadap ilmu agama ini dalam ucapan beliau yang terkenal, “Kebutuhan manusia terhadap ilmu  agama melebihi besarnya kebutuhan mereka terhadap makan dan minum, karena makan dan minum dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari. Adapun ilmu agama dibutuhkan sesuai dengan hitungan nafas manusia  setiap waktu.” (Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab beliau </span><em><span style="color:#ffffff;">Miftaahu Daaris Sa’aadah</span></em><span style="color:#ffffff;">, 1/61 dan 1/81)<br />
Akhirnya, kami menutup tulisan ini dengan doa:</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><em><span style="color:#ffffff;">Ya Allah, anugerahkanlah kepada jiwa-jiwa kami semua ketakwaannya,<br />
dan sucikanlah jiwa kami (dengan ketakwaan itu),<br />
Engkau-lah Sebaik-baik Yang Mensucikannya,<br />
(dan) Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya.</span></em></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Kota Rasulullah </span><em><span style="color:#ffffff;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#ffffff;">, 3 Shafar 1430 H</span></p>
<p style="font-size:12px;line-height:1.6em;"><span style="color:#ffffff;">***</span></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:1.6em;color:#1e1e1e;"><span style="color:#ffffff;">Penulis: Ustadz Abdullah Taslim Al-Buthoni, Lc.<br />
Artikel </span><a style="text-decoration:underline;font-weight:normal;" title="Ahlussunnah dan penyucian jiwa" href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/ahlus-sunnah-wal-jamaah-dan-penyucian-jiwa-2.html"><span style="color:#ffffff;">www.muslim.or.id</span></a></p>
<blockquote>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Calibri, sans-serif;font-size:12px;line-height:15px;color:#1e1e1e;margin:0;padding:0;">
</blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1691&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/06/16/ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dan-penyucian-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Pernikahan</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/05/20/indahnya-pernikahan/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/05/20/indahnya-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 08:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/2009/05/20/indahnya-pernikahan/</guid>
		<description><![CDATA[tentang_pernikahan. com – Ketika melihat pasangan yang baru menikah,saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakankebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuhmakna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabatyang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu sajamengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar”Menikahlah! Nanti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1674&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>tentang_pernikahan. com – Ketika melihat pasangan yang baru menikah,saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakankebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuhmakna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabatyang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu sajamengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar”Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri”. Aih…</p>
<p>Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya bacadalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguhia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam bukutersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikahdalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkankeutamaan pernikahan. Dalam firmannya, “Dan diantara tanda-tandakekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismusendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Diamenjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yangdemikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yangberfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).</p>
<p>Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum ayah saya dan hanya bisadirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanyamenjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliaumengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terangbenderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angindimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantaplezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milikmereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup sepertiseolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.</p>
<p>Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasamembumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cintamereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cintamereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ketujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan,selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian.Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.</p>
<p>Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguhitu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istrikepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dankeluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungidan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.</p>
<p>Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminyahabis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suamiyang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masihmembasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak,kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosiistri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi “perang” hinggabermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luardugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sangistri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunyamengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur “Maafkan Mama ya Pa..”.Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening,rutinitasnya setiap kali suaminya datang.</p>
<p>Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa iaberbuat demikian. “Saya mencintainya, karena ia istri yangdianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena sayamencintainya” demikian jawabannya.</p>
<p>Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cintamempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai makasekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akansaling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yangdicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, danseorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam halperlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan,tidak ada yang merasa superior.Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidakakan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipunsecara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do’aistrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh suksesdalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suamiselalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatansuami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istritercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.</p>
<p>Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuahrumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilangseiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan sayamengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suamimenyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satuwasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhirkehidupannya dalam peristiwa haji wada’:<br />
“Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dariistrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikankepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barangsiapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya,maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepadaAsiah, istri fir’aun” (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).</p>
<p>Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak adasalahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnyapernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : “…Mereka (paraistri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalahpakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah:187)<br />
Torehkan hadist ini dalam benak : “Sesungguhnya ketika seorang suamimemperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allahmemperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuhtelapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suamiistri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dariAr-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)</p>
<p>Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada parapasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlahketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istriNabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepadapara Istrinya. Begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yangketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminyamenuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akanmentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjagaharta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap duniamelainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.</p>
<p>Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakanistrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajahistrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitutangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelahberlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadiseorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamatmenuju tepian hakiki “Surga”. Dia memegang teguh firman Allah, “Wahaiorang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari apineraka…” (QS. At-Tahrim: 6)</p>
<p>Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semuaberlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak jugaberlebihan.Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yangsedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi bidukuntuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allahdapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yangbergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah.Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera denganbekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,<br />
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awanMensyukuri hari baru penuh sinar kecintaanIstirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cintaPulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dadaKemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubariDan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman</p>
<p>Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karenaAllah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahanAllah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripaticinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yangmenyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluargasakinah, mawaddah, warrahmah.</p>
<p>Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalamkeluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatanpernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana,the real world “Akhirat”. Mudah-mudahan kalian selamat mendayungsampai ketepian.Allahumma Aamiin.</p>
<p>Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampumengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusanbesar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah sertaketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran sayatiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitumurah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.</p>
<p>*Bayu Gautama</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1674/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1674&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/05/20/indahnya-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang yang dilaknat di dalam Al-Qur’an dan hadis</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/02/08/orang-orang-yang-dilaknat-di-dalam-al-qur%e2%80%99an-dan-hadis/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/02/08/orang-orang-yang-dilaknat-di-dalam-al-qur%e2%80%99an-dan-hadis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 03:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1577</guid>
		<description><![CDATA[Dilaknat artinya disingkirkan dan dijauhkan oleh Allah dari rahmat-Nya, dan dimurkai oleh-Nya.
Orang-Orang yang dilaknat dan dikutuk di dalam Al-Qur’an
1. Orang-orang kafir dan yang ingkar
“Mereka berkata: hati kami tertutup. Tetapi sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.” (Al-Baqarah: 88)
“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang yang kafir, dan menyiapkan bagi mereka api [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1577&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dilaknat artinya disingkirkan dan dijauhkan oleh Allah dari rahmat-Nya, dan dimurkai oleh-Nya.</p>
<p align="justify"><strong>Orang-Orang yang dilaknat dan dikutuk di dalam Al-Qur’an</strong><br />
1. Orang-orang kafir dan yang ingkar<br />
“Mereka berkata: hati kami tertutup. Tetapi sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.” (Al-Baqarah: 88)</p>
<p align="justify">“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang yang kafir, dan menyiapkan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka).” (Al-Ahzab: 64).</p>
<p align="justify">2. Orang-orang yang menentang kebenaran</p>
<p align="justify">“Hai orang-orang yang telah diberi Al-kitab, berimanlah kamu pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merubah wajahmu, lalu Kami laknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu, dan ketetapan Allah pasti berlaku.” (Al-Nisa’: 47)</p>
<p align="justify">“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al-Kitab? Mereka mempercayai Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Barangsiapa yang dilaknat oleh Allah, niscaya kamu kamu tidak akan mendapat penolong baginya.” (An-Nisa’: 51-52).</p>
<p align="justify">3. Para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan</p>
<p align="justify">“Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata: sekiranya kami mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan<br />
kami dari jalan yang benar. Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al-Ahzab: 66-68)</p>
<p align="justify">4. Orang-orang yang memutuskan silaturrahim, dan orang-orang yang murtad</p>
<p align="justify">“Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan memutuskan silaturrahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telingan mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Muhammad: 22-23)</p>
<p align="justify">5. Orang-orang yang menentang undang-undang Ilahiyah dan menyimpan<br />
kebenaran.</p>
<p align="justify">“Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan apa yang Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami menerangkannyakepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh semua makhluk yang dapat melaknat. Kecuali mereka yangtelah bertaubat dan melakukan perbaikan dan menerangkan kebenaran,<br />
mereka itu Akulah Yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 159-160)</p>
<p align="justify">6. Para pemimpin kekufuran dan pelaku kerusakan di muka bumi.</p>
<p>“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itulah yang mendapat laknat dan lagi mereka yang memperoleh kediaman yang buruk (Jahannam).” (Ar’d: 25).</p>
<p align="justify">7. Orang-orang munafik yang menyakiti Rasulullah saw</p>
<p align="justify">“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allahakan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (Al-Ahzab: 57)</p>
<p align="justify">“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari penyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Dimana<br />
saja mereka jumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-sehebatnya.” (Al-Ahzab: 60-61)</p>
<p align="justify">“Allah mengancam orang-orang munafik laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang abadi.” (At-Taubah: 68).</p>
<p align="justify">8. Orang-orang yang zalim.<br />
“Penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka: Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang dijanjikan kami oleh Tuhan kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan yang sebenarnya apa yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhanmu? Mereka penghuni neraka menjawab: Betul. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” (Al-A’raf: 44)</p>
<p align="justify">“Mereka itu (orang-orang yang zalim) balasannya: Sesungghnya atas mereka laknat Allah ditimpakan, demikian juga laknat malaikat dan semua manusia.” (li-Imran: 87).</p>
<p align="justify">9. Orang-orang yang membunuh orang mukmin<br />
“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal di dalamnya, Allah murka dan melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar.” (An-Nisa’: 93).</p>
<p align="justify">10. Iblis. (Al-Hijr/15: 35; Shaad: 78)<br />
“Sesungguhnya atasmu (Iblis) laknat sampai hari kiamat.” (Al-Hijr/15: 35)</p>
<p align="justify">11. Orang-orang yang menuduh berzina terhadap perempuan yang baik-baik<br />
dan suci.<br />
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita baik-baik dan beriman (berbuat zina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.” (An-Nur: 23)</p>
<p align="justify">12. Orang-orang yang menyalahi pemimpin yang saleh<br />
“Mereka selalu diikuti laknat di dunia dan hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum ‘Ad yaitu kaum Hud.” (Hud: 60).</p>
<p align="justify">“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Mhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada pula yang telah musnah.” (Hud: 100).</p>
<p align="justify"><strong>Orang-orang yang dilaknat di dalam hadis Rasulullah saw</strong></p>
<p align="justify">Rasulullah saw bersabda: “Ada lima orang yang dimohonkan laknat atas mereka dan semua nabi mengaminkannya: (1) Orang yang menambah kitab Allah dan meninggalkan sunnahku, (2) orang yang mendustakan takdir Allah, (3) orang yang mengatakan halal atas nama keluargaku apa yang diharamkan oleh Allah, (4) orang yang mementingkan dirinya dalam harta rampasan perang yang dihalalkan baginya, (5) orang yang mengajak berbuat baik sementara dirinya meninggalkannya atau melarang orang lain berbuat dosa sementara dirinya melakukannya.” (Al-Wasail11: 271).</p>
<p>Penulis : Syamsuri Rifai</p>
<p>Blog : <a href="http://syamsuri149.wordpress.com/">http://syamsuri149.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1577/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1577&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/02/08/orang-orang-yang-dilaknat-di-dalam-al-qur%e2%80%99an-dan-hadis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari 26 Januari 2009</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/23/gerhana-matahari-26-januari-2009/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/23/gerhana-matahari-26-januari-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 05:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana januari]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1569</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 26 Januari 2009  ini Indonesia akan mendapat kesempatan untuk melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin &#8211; (GMC). Fenomena GMC ini diperkirakan akan melewati daerah-daerah Lampung dan mengarah ke Timur laut.
 “Wah Pakdhe, Ini ramalan lagi atau bukan ?”
 “Ini sekarang disebut perhitungan. Lah wong sekarang derajat kepastiannya sudah banyak diketahui dengan hitungan-hitungan, Thole”
Dibawah ini beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1569&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanggal 26 Januari 2009  ini Indonesia akan mendapat kesempatan untuk melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin &#8211; (GMC). Fenomena GMC ini diperkirakan akan melewati daerah-daerah Lampung dan mengarah ke Timur laut.</p>
<blockquote><p><em><img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt="(" /> “Wah Pakdhe, Ini ramalan lagi atau bukan ?”</em></p>
<p><em><img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /> “Ini sekarang disebut perhitungan. Lah wong sekarang derajat kepastiannya sudah banyak diketahui dengan hitungan-hitungan, Thole”</em></p></blockquote>
<p>Dibawah ini beberapa peta serta animasi yang saya peroleh dari kawan-kawan dan dikumpulkan dari beberapa website.</p>
<p>Peta sebelah ini diperoleh dari Pak Lik Marufin, <em>yang manten anyar itu</em>. Peta ini dikeluarkan oleh NASA</p>
<div id="attachment_2218" class="wp-caption alignleft" style="width:241px;"><a rel="attachment wp-att-2218" href="http://evisyari.wordpress.com/?attachment_id=2218"><img class="size-medium wp-image-2218" title="se2009jan26a" src="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/se2009jan26a.gif?w=231&amp;h=300&#038;h=300" alt="se2009jan26a" width="231" height="300" /></a></div>
<p class="wp-caption-text">Lintasan Bayang-bayang GMC Jan 2009</p>
<p>Dari peta ini kita bisa mengetahui bahwa lintasan bayangan umbra (bayangan inti) dalam Gerhana Matahari Cincin ini hanya selebar 280 km, namun kebetulan menyentuh wilayah Indonesia khususnya dari Selat Sunda hingga ke Kalimantan Timur.</p>
<p>Di luar wilayah tersebut, gerhana tetap bisa dilihat, namun menampakkan dirinya dalam wujud gerhana sebagian. Misalnya saja seluruh kawasan Pulau Sumatra (selain Lampung dan Sumatra Selatan), dalam peta dilintasi garis biru muda sejajar umbra bernilai 0,6 dan 0,8. Artinya wilayah2 tersebut akan menyaksikan Matahari tertutupi bundaran Bulan antara 60 &#8211; 80 % (nilai persisnya bergantung pada posisi tiap titik di daerah tersebut).</p>
<p>Demikian pula, sebagian besar Pulau Jawa akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin inis ebagai gerhana sebagian dimana Matahari tertutupi Bulan hingga &gt; 80 %. Sebagai tambahan, magnitude Gerhana Matahari Cincin ini sendiri, yakni luas permukaan Matahari yang tertutupi bundaran Bulan, adalah 93 %. Artinya di jalur umbra pun kita ‘hanya’ sanggup melihat 93 % cakram Matahari tertutupi Bulan, makanya disebut Gerhana Cincin.</p>
<p>Seluruh wilayah Indonesia ada di sebelah timur garis imajiner 09:30 UT, artinya puncak gerhana baru terjadi selepas pukul 16:30 WIB namun sebelum 16:55 WIB.</p>
<div id="attachment_2219" class="wp-caption alignleft" style="width:260px;"><a rel="attachment wp-att-2219" href="http://evisyari.wordpress.com/?attachment_id=2219"><img class="size-full wp-image-2219" title="gmc_jan2009" src="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_jan2009.gif?w=250&amp;h=250&#038;h=250" alt="gmc_jan2009" width="250" height="250" /></a></div>
<p class="wp-caption-text">Posisi bayang-bayang Matahari pada GMC 26 Jan 2009.</p>
<p>Disebelah ini animasi pergerakan bayang-bayang matahi pada saat gerhana matahari 26 Januari 2009 nanti. Sumber gambar ini tidak saya ketahui karena hanya dari email. Waktu disebelah kanan itu UT (Universal Time).</p>
<p>Marufin mengambil contoh misalnya lokasi pengamatan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.</p>
<p>Disini gerhana bisa diamati sejak pukul 15:21 WIB (ketika kontak umbra mulai terjadi, dimana cakram Bulan mulai menyentuh tepi piringan Matahari) dan berakhir pada pukul 17:52 WIB (ketika kontak umbra berakhir, dimana cakram Bulan tepat sepenuhnya meninggalkan piringan Matahari). Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 16:42 WIB.</p>
<p>Untuk tempat2 lainnya di Pulau Sumatra dan Jawa dan Kalimantan (serta Semenanjung Malaysia), waktunya tidak berselisih jauh (paling hanya berbeda beberapa menit, tentu saja setelah dikonversikan dengan standar waktu setempat).</p>
<p>Penampakan dari tepat-tempat lain bisa dilihat dibawah ini :</p>
<div id="attachment_2222" class="wp-caption alignleft" style="width:144px;"><a rel="attachment wp-att-2222" href="http://evisyari.wordpress.com/?attachment_id=2222"><img class="size-medium wp-image-2222" title="gmc_samarinda" src="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_samarinda.gif?w=134&amp;h=168&#038;h=168" alt="gmc_samarinda" width="134" height="168" /></a></div>
<p class="wp-caption-text">Samarinda</p>
<div id="attachment_2220" class="wp-caption alignleft" style="width:144px;"><a rel="attachment wp-att-2220" href="http://evisyari.wordpress.com/?attachment_id=2220"><img class="size-medium wp-image-2220" title="gmc_medan" src="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_medan.gif?w=134&amp;h=168&#038;h=168" alt="gmc_medan" width="134" height="168" /></a></div>
<p class="wp-caption-text">Medan</p>
<div id="attachment_2221" class="wp-caption alignleft" style="width:144px;"><a rel="attachment wp-att-2221" href="http://evisyari.wordpress.com/?attachment_id=2221"><img class="size-medium wp-image-2221" title="gmc_jakarta" src="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_jakarta.gif?w=134&amp;h=168&#038;h=168" alt="gmc_jakarta" width="134" height="168" /></a></div>
<p class="wp-caption-text">Jakarta</p>
<h3>Apa yang harus disiapkan ?</h3>
<p>Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa banyak gempa dan juga banjir pasang yang berhubungan dengan posisi bulan dan matahari. Tentusaja kali ini posisi bulan dan matahari akan segaris. Posisi ini akan menyebabkan gayatarik bulan-matahari akan maksimum.</p>
<blockquote><p><em><img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt="(" /> “Pakdhe, brarti mesti sudah cuci baju tanggal 25 Januari ya ? Soalnya takut kalau ngga kering, kalau ga ada matahari”</em></p></blockquote>
<p>Mengamati gerhana secara langsung tanpa alat sangat berbahaya. Ketika matahari tertutup panjang gelombang yang akan paling banyak masuk adalah sinar UV.</p>
<div id="attachment_2229" class="wp-caption alignleft" style="width:177px;"><a rel="attachment wp-att-2229" href="http://evisyari.wordpress.com/?attachment_id=2229"><img class="size-full wp-image-2229" title="gerhana" src="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gerhana.jpg?w=167&amp;h=167&#038;h=167" alt="gerhana" width="167" height="167" /></a></div>
<p class="wp-caption-text">Mengamati gerhana</p>
<p>Secara mudahnya begini saja. Ketika cahaya itu redup retina mata akan terbuka, namun konon perubahan dari redup ke terang normal ini suangat cepat sehingga membahayakan mata. Selain itu, konon cahaya matahari sewaktu gerhana itu memiliki panjang gelombag yang berbeda karena efek defraksi/refraksi atau pembelokan sinar. Intinya setiap panjang gelombang memiliki indexbias berbeda. Sehingga gelombang yang masuk ke mata akan lebih banyak gelombang UV-Ultra Violet.</p>
<p>Mata memiliki keterbatasan tertentu terhadap gelombang UV. Sehingga ketika terjadi perubahan mata akan mengalami “kebakaran” karena terlalu lama menerima sinar.</p>
<p>Konon walaupun penutupan matahri hampir 99%, jumlah sinar UV yang masuk hampir sama dengan jumlah cahaya ketika sedang biasa. Ketika redup, rana atau aperture mata terbuka lebar, padahal UV yang masuk cukup besar. Ini yang memungkinkan terbakarnya retina (retina burn).</p>
<p>Nah karena sangking sensitifnya itu, maka cara menonton gerhana yang aman dengan mata telanjang itu hanyalah saat GMT, gerhana TOTAL. Karena besok hanya GM Cincin, ya mesti pakai pelindung. Tetapi konon kabarnya tidak ada filter pelindung yang menjamin mata yang dijual dopasaran.</p>
<blockquote><p><em><img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt="(" /> “lah trus pripun Pakdhe ?”</em></p>
<p><em><img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /> “Lah jarene NASA yang paling cuocok untuk melindungi mata malah kacamata yang dipakai tukang las !”</em></p></blockquote>
<p>Walaupun ada kemungkinan tertutup awan buat para fotographer jangan pesimistis dulu lah. Di antara langit2 nyang gelap tertutup awan, tentu ada yang cerah dan bisa melihat gerhana. Eh syapa tahu malah membuat kmposisi jadi lebih menarik.</p>
<p><strong>Perlu diantisipasi kemungkinan banjir </strong></p>
<p>Sebagai tambahan yang sudah dituliskan dalam ramalan sebelumnya, di minggu keempat Januari 2009 itu diprediksikan siklus cuaca anomalik Madden Julian Oscillation yang mendatangkan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia telah kembali. Terlebih lagi gerhana terjadi ketika Matahari berada pada ketinggian nan rendah di atas horizon. Maka peluang langit tertutup awan cukup tinggi.</p>
<p>Sumber : <a href="http://rovicky.wordpress.com">http://rovicky.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1569&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/23/gerhana-matahari-26-januari-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/se2009jan26a.gif?w=231&#38;h=300" medium="image">
			<media:title type="html">se2009jan26a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_jan2009.gif?w=250&#38;h=250" medium="image">
			<media:title type="html">gmc_jan2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_samarinda.gif?w=134&#38;h=168" medium="image">
			<media:title type="html">gmc_samarinda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_medan.gif?w=134&#38;h=168" medium="image">
			<media:title type="html">gmc_medan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gmc_jakarta.gif?w=134&#38;h=168" medium="image">
			<media:title type="html">gmc_jakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rovicky.files.wordpress.com/2009/01/gerhana.jpg?w=167&#38;h=167" medium="image">
			<media:title type="html">gerhana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto Korban Agresi Militer Israel di Palestina</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/11/foto-korban-agresi-militer-israel-di-palestina/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/11/foto-korban-agresi-militer-israel-di-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1544</guid>
		<description><![CDATA[Disclamer : Beberapa foto-foto yang disajikan didalam artikel ini tanpa editan, Admin mohon maaf atas penyajian beberapa foto yang tidak sewajarnya dipublikasikan, hal ini bertujuan untuk menyajikan informasi sesuai dengan apa sebenarnya yang terjadi, Terima Kasih.

Rasulullah saw bersabda: “Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1544&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="left"><em><span style="color:#ffffff;">Disclamer : Beberapa foto-foto yang disajikan didalam artikel ini tanpa editan, Admin mohon maaf atas penyajian beberapa foto yang tidak sewajarnya dipublikasikan, hal ini bertujuan untuk menyajikan informasi sesuai dengan apa sebenarnya yang terjadi, Terima Kasih.</span></em></p>
<blockquote>
<p align="left"><em><span style="color:#ffffff;">Rasulullah saw bersabda: “</span></em><em><span style="color:#ffffff;">Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelakan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat.” (HR.Bukhari dan Muslim)</span></em></p>
</blockquote>
<p align="left"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p align="left"><span style="color:#ffffff;">Foto berikut adalah foto yang memperlihatkan beberapa akibat yang ditimbulkan oleh Agresi Militer Israel terhadap Palestina.</span></p>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="400" valign="top">
<p align="left"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p align="left"><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/09BkfHp6IAf1o/610x.jpg" alt="" height="306" /></span></p>
<p align="left"><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0ewye8w66e58m/610x.jpg" alt="" width="421" height="280" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/07fPc9igDOboS/610x.jpg" alt="" width="420" height="272" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0dZR3PW79L59M/340x.jpg" alt="" width="420" height="557" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/02ke8sI2rr1oB/340x.jpg" alt="" width="419" height="613" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0fiAgLK2o9drc/610x.jpg" alt="" width="417" height="278" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0dVxaVj99beza/610x.jpg" alt="" width="421" height="280" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.islamtoday.net/media_bank/image/2008/12/27/1_20081227_1725.jpg" alt="" width="420" height="299" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.islamonline.net/Arabic/alhdth/2008/12/27/images/02-04.jpg" alt="" width="420" height="262" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.islamonline.net/Arabic/alhdth/2008/12/27/images/02.jpg" alt="" width="421" height="262" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0gazeS49W4cIq/610x.jpg" alt="" width="421" height="307" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/063e1vV46r2zK/610x.jpg" alt="" width="421" height="280" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0clU1GVcL4bn9/610x.jpg" alt="" width="419" height="312" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/00MqbNd5uSgag/610x.jpg" alt="" width="419" height="291" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/02hf92BeSk937/610x.jpg" alt="" width="417" height="305" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/0dIM5b74LV3qK/610x.jpg" alt="" width="418" height="302" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/04RjdU84nbalD/610x.jpg" alt="" width="420" height="283" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/08yB9Fq7r11Cr/610x.jpg" alt="" width="420" height="297" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.aljazeera.net/mritems/Galleries/G_888/image2.jpg" alt="" width="419" height="333" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.aljazeera.net/mritems/Galleries/G_888/image6.jpg" alt="" width="418" height="332" /></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><span style="color:#ffffff;"><strong></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">Where</span><strong><span style="color:#ffffff;"> Human Rights </span></strong><span style="color:#ffffff;">at this time,</span><strong><span style="color:#ffffff;"> </span></strong><span style="color:#ffffff;">where the</span><strong><span style="color:#ffffff;"> United Nations</span></strong><span style="color:#ffffff;">, where the people are always screaming about the defense of human rights. </span><span style="color:#ffffff;"><strong></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">The Number One </span><strong><span style="color:#ffffff;">Terrorist </span></strong><span style="color:#ffffff;">is</span><strong><span style="color:#ffffff;"> American </span></strong><span style="color:#ffffff;">and</span><strong><span style="color:#ffffff;"> Israel. </span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">where</span><strong><span style="color:#ffffff;"> Ukhuwah Islamiah</span></strong><span style="color:#ffffff;">, a sense of brotherhood where</span><strong><span style="color:#ffffff;"> Muslims </span></strong><span style="color:#ffffff;">all over the world???!!</span><strong><span style="color:#ffffff;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">if we have to war with israel and the U.S., lets go to the war, be a gentle moslem!!</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">they said</span><strong><span style="color:#ffffff;"> “US the world police”, BUSH SHIT!!!!!</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">What`s wrong with you</span><strong><span style="color:#ffffff;"> “Arab League Commite”, UNUSEFULL!!!!!!</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffffff;">ISRAEL </span></strong><span style="color:#ffffff;">LA`NATULLAH!!!</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#ffffff;">“Apakah ini merupakan aksi BALAS DENDAM ISRAEL terhadap apa yang pernah KAUM YAHUDI rasakan pada masa kekuasaan NAZI ? Dan pelampiasan -nya adalah terhadap Rakyat PALESTINA.”</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#ffffff;">( Admin ReplikDuplikJusticie)</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Untuk Informasi Selengkapnya, silahkan Kunjungi</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;"><a href="http://meisusilo.wordpress.com/" target="_blank"><span style="color:#ffffff;">http://meisusilo.wordpress.com</span></a></span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="color:#ffffff;">UPDATE 05 Januari 2009</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Kebiadaban Israel kian nyata, ratusan orang telah tewas dalam agresi militernya ke Palestina. Bukan hanya tentara dan orang dewasa, anak-anak tak berdosa turut menjadi korban senjata dan kekejaman tentara zionis itu.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-575" title="anak12" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak12.jpg?w=450&amp;h=308&#038;h=308" alt="anak12" width="450" height="308" /><img class="aligncenter size-full wp-image-576" title="anak21" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak21.jpg?w=450&amp;h=308&#038;h=308" alt="anak21" width="450" height="308" /><img class="aligncenter size-full wp-image-577" title="MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-GAZA-CONFLICT" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak31.jpg?w=450&amp;h=297&#038;h=297" alt="MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-GAZA-CONFLICT" width="450" height="297" /><img class="aligncenter size-full wp-image-578" title="anak41" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak41.jpg?w=450&amp;h=577&#038;h=577" alt="anak41" width="450" height="577" /><img class="aligncenter size-full wp-image-579" title="anak5" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak5.jpg?w=450&amp;h=308&#038;h=308" alt="anak5" width="450" height="308" /><img class="aligncenter size-full wp-image-580" title="anak8" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak8.jpg?w=450&amp;h=299&#038;h=299" alt="anak8" width="450" height="299" /><img class="aligncenter size-full wp-image-581" title="2129-martyrs-in-gaza-holocaust" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/2129-martyrs-in-gaza-holocaust.jpg?w=390&amp;h=310&#038;h=310" alt="2129-martyrs-in-gaza-holocaust" width="390" height="310" /><img class="aligncenter size-full wp-image-582" title="datafiles_cache_tempimgs_2008_2_jenazah1_1_300_0" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/datafiles_cache_tempimgs_2008_2_jenazah1_1_300_0.jpg?w=300&amp;h=402&#038;h=402" alt="datafiles_cache_tempimgs_2008_2_jenazah1_1_300_0" width="300" height="402" /></span></strong></span></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="color:#ffffff;">WHERE </span></strong></span></h2>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="color:#ffffff;">UNICEF ???</span></strong></span></h1>
<p><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-583" title="unicef" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/unicef.jpg?w=104&amp;h=104&#038;h=104" alt="unicef" width="104" height="104" /><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> </span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="color:#ffffff;">BULSHiitt !!!</span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#ffffff;">Update 10 Januari 2009</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#ffffff;">PALESTINA LEBIH DARI 60 TAHUN MENDERITA</span></strong></span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;">Lebih dari 60 Tahun rakyat Palestina harus merasakan penderitaan yang cukup berat atas tindakan yang dilakukan oleh Israel, Agresi Militer seolah tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang dianggap “wah” bagi sebagian masyarakat Palestina, bisa dikatakan sebagai “makanan” mereka sehari-hari.</span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;">Berikut beberapa gambar akibat dari Agresi Israel ke Palestina dalam beberapa kurun waktu yang Admin dapati dari “searching” dari beberapa situs lokal maupun  situs internasional;</span></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;"><a href="http://www.tragedipalestina.com/terorzionis.html#33"></a></span></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="2" width="491" align="center" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td><span style="color:#ffffff;">HUKUMAN MATI DI JALANAN…<br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/88.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="222" height="160" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/88A.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="230" height="160" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/88B.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="350" height="160" />   </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="83%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span style="color:#ffffff;">Bagi tentara Israel, seluruh rakyat Palestina adalah sasaran. Mereka tidak peduli apakah orang-orang yang mereka temui itu anak-anak, perempuan, atau orang berusia lanjut.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/89.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="234" height="160" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/89A.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="238" height="160" /></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="100" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/89B.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="130" height="200" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/89C.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="268" height="200" /></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" width="84%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">Orang-orang Palestina kadangkala menghadapi peluru Israel di tempat-tempat pemeriksaan, di pasar, atau hanya sewaktu berdiri di pojok jalan atau tidur di atas ranjang.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ffffff;">DAN PENJAGAL </span></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="82%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="49%" height="2">
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">Harian Turki TÜRKIYE,<br />
7 Agustus 2001<br />
MENEMBAK MATI SECARA<br />
TERANG-TERANGAN</span></td>
<td width="51%" height="2"><strong><span style="color:#ffffff;">Harian Turki GÖZCÜ, 19 Mei 2001<br />
ISRAEL MENGEBOM KOTA GAZA </span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/90.jpg" alt="" width="216" height="250" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/90A.jpg" alt="" width="253" height="250" /></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="41%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="49%" height="20">
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">Harian Turki MILLI GAZETE,<br />
18 Mei 2001<br />
PALESTINA MEMBARA<br />
Menyerang dengan helikopter,<br />
tank, dan bulldozer, Israel<br />
merambah tanah Palestina.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/90B.jpg" alt="" width="450" height="97" /></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="38%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">Harian Turki TÜRKIYE,<br />
13 Oktober 2001<br />
Israel Menjatuhkan Hujan Rudal<br />
PALESTINA DIBASAHI DARAH</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/90C.jpg" alt="" width="300" height="89" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine27.jpg" alt="" width="450" height="181" /></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="37%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="49%" height="20">
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">THE MUSLIM OBSERVER,<br />
Februari 2002</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine93.jpg" alt="" width="250" height="203" /></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="31%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="49%" height="20">
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">THE INDEPENDENT,<br />
Desember 2002</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine26.jpg" alt="" width="450" height="98" /></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="94%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="68%" height="19">
<p align="center"><span style="color:#ffffff;">W. REPORT, April &#8211; Mei.1993</span></p>
</td>
<td width="32%" height="19"><span style="color:#ffffff;">CRESCENT INT.,<br />
16-31 Agustus 2001</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/91B.jpg" alt="" width="316" height="200" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/91C.jpg" alt="" width="160" height="200" /></span></p>
<hr /><span style="color:#ffffff;">Hampir tidak ada hari tanpa darah tertumpah dari orang yang tak bersalah di Palestina. Tentara Israel secara terencana menghancurkan orang-orang Palestina. Desa-desa dibom, rumah-rumah dimusnahkan, dan ladang-ladang dibakar. Sementara kekejaman ini muncul di media internasional dari waktu ke waktu, yang menyedihkan, pemimpin dunia masih belum cukup bertindak. Sebuah artikel dalam Crescent International dengan jelas menampilkan keadaan ini ketika menyatakan: “Palestinian deaths mount as Israelis given freedom to commit atrocities (Kematian warga Palestina memuncak ketika Israel memberi kebebasan melakukan pembantaian).” The Washington Report on Middle East Affairs, dalam artikelnya “In Gaza, Israeli Rockets Replace Human Rights (Di Gaza, Roket-roket Israel Menggantikan Hak Azazi Manusia)” memberi peringatan bahwa kekerasan di Palestina hanya akan makin memburuk. Berita lain di media Turki juga mencerminkan parahnya keadaan.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="2" width="480" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<p class="baslik2" align="center"><span style="color:#ffffff;">SEORANG TENTARA ISRAEL MELUKISKAN KEKEJAMAN</span></p>
<p class="hyg"><span style="color:#ffffff;">Serangan Libanon pertama saya adalah pada tahun 1986. Saya wajib militer Israel berusia 19 tahun, dan peleton penerjun payung saya dikirim ke suatu desa yang saya lupa namanya…. Kami mendobrak pintu sebuah rumah, memeriksa keluarga di dalamnya, dan mengeluarkan seorang pria berusia separuh baya. Setelah menutup matanya dan mengikat tangannya di belakang punggungnya, kami membawanya ke sebuah jalanan sepi, memaksanya berlutut, dan menaruh senjata di kepalanya, mengancam menembak jika ia tidak bicara. Seorang petugas perdamaian PBB muncul dan mengakhiri insiden itu, tapi masih akan ada lagi yang terjadi.</span></p>
<p class="hyg"><span style="color:#ffffff;">Hari berikutnya kami melakukan hukuman mati yang tidak masuk akal atas seorang anak Libanon berusia 10 tahun. Kami memaksa keluarganya masuk dapur dan menyeretnya ke samping kebun. Letnan saya memasukkan kepalanya ke dalam kotoran dan saya memukulkan senapan saya ke kepalanya.</span></p>
<p class="hyg"><span style="color:#ffffff;">Meskipun tentara itu mengancam menembak kepalanya, bocah itu tidak menjawab, tetap membisu…</span></p>
<p class="hyg"><span style="color:#ffffff;">Saya adalah prajurit pindahan dari satuan lain, dan rekan saya lebih terbiasa dengan aksi seperti ini… Orang desa yang sudah tua, wanita, dan anak kecil dijebak di rumah mereka, diperintah menjalani jam malam 24 jam. Para lelaki mereka dikumpulkan di suatu ruangan terpusat, mata ditutup, dan diseret untuk disidik.</span></p>
<p class="hyg"><span style="color:#ffffff;">Kebrutalan tak bertanggung jawab ini tak terbatas pada prajurit berpendapatan rendah. Omri, anak seorang pejabat terpandang, suka menembak dengan memberondong orang-orang desa yang mengintip melalui pintu-pintu… Selama serangan bulan-bulan pertama, Israel membunuh 12.000 hingga 15.000 orang dan kehilangan 360. Meskipun korban di pihak Israel itu adalah para prajurit, sebagian besar korban mereka justru orang-orang sipil.</span></p>
<p class="hyg"><em><strong><span style="color:#ffffff;">James Ron, penulis artikel ini, asisten profesor sosiologi pada John Hopkins University, adalah seorang penyidik lapangan sebuah kelompok hak asasi manusia. (Boston Globe, 25 Mei 2000)</span></strong></em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="baslik2_kucuk"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="495" align="center" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td width="485">
<div class="resimalti"><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/95.jpg" alt="" width="450" height="185" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/95A.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="173" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/95B.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="100" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/95C.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="204" height="150" /><br />
</span> <span class="boxtext"><span style="color:#ffffff;">Sembilan puluh dua orang, termasuk beberapa orang Inggris, terbunuh dalam sebuah serangan yang dilancarkan teroris Zionis atas Hotel King David pada tahun 1946.</span></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="hygbold"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="490" align="center" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center"><span class="baslik2"><span style="color:#ffffff;">ORANG-ORANG PALESTINA TENGAH DIHABISI</span></span><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="248" height="200" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98a.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="187" height="200" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98b.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="177" height="125" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98c.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="98" height="125" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98d.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="144" height="125" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98e.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="256" height="150" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/98f.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="206" height="150" /><br />
</span> <span class="boxtext"><span style="color:#ffffff;">Kekejaman yang dialami oleh rakyat Palestina telah berlanjut selama lebih dari 50 tahun. Di Palestina hari ini, hampir mustahil menemukan sebuah keluarga yang tidak kehilangan puteranya karena peluru Israel. Lainnya ada pula yang lumpuh atau cacat, seperti terlihat di foto-foto ini.</span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/100.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="197" height="125" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/101a.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="189" height="125" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/101b.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="167" height="125" /></span><span class="resimalti"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> </span><span class="boxtext"><span style="color:#ffffff;">Orang-orang yang tiba di tempat pembantaian Deir Yassin hari berikutnya menemukan pemandangan yang menggetarkan: tubuh-tubuh tak berkepala, anak-anak yang dipotong-potong badannya, dan perut wanita yang terburai.</span></span></div>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" width="490" align="center" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center"><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/105.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="450" height="169" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/105a.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="284" height="190" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/105b.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="128" height="190" /></span><span class="resimalti"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> </span><span class="boxtext"><span style="color:#ffffff;">Kamp pengungsian Khan Yunis telah menjadi sasaran bom Israel semenjak hari pendiriannya. Hampir 130.000 orang Palestina tinggal di dalam atau di dekat bangunan-bangunan runtuh.</span></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" width="22%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="resimalti" height="10">
<div><strong><span style="color:#ffffff;">TIME, 7 Maret 1994</span></strong></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/105c.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="224" height="190" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/105d.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="137" height="190" /><br />
</span> <span class="boxtext"><span style="color:#ffffff;">Pada tahun 1994 Orang-orang Yahudi fanatik menyerang Mesjid Ibrahimi selama waktu sholat, membunuh 40 orang dan melukai seratus lainnya. Peristiwa ini menjadi sampul depan majalah Time.</span></span></div>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="hygbold"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p class="resimalti" align="center"><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/106.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="118" height="150" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/106a.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="200" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/106b.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="218" height="150" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/106c.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="200" height="150" /></span><span class="resimalti"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> </span><em><span class="boxtext"><span style="color:#ffffff;">Selama pembantaian di Qana, kekuatan pendudukan Israel menganggap bayi-bayi yang tengah terlelap pun sebagai musuh mereka dan membunuh mereka tanpa ragu.</span></span></em></p>
<table border="2" cellspacing="0" width="99%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<p class="baslik2" align="center"><span style="color:#ffffff;">FOTO-FOTO YANG TAK TERLUPAKAN</span></p>
<p class="baslik2" align="center"><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="207" height="150" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107A.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="217" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107B.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="200" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107C.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="203" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107D.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="218" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107E.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="203" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107F.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="171" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/107G.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="196" height="150" /></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="boxtext"><em><span style="color:#ffffff;">Foto-foto orang yang dibantai yang terjadi di Qana ini mencerminkan kenyataan sebenarnya kekejaman yang terjadi di Palestina.</span></em></div>
<p><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><em><span class="baslik2"><span style="color:#ffffff;">PEMBANTAIAN SABRA DAN SHATILLA </span></span></em><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110a.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110b.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110c.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="223" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110d.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110e.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="224" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110f.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /> </span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/110g.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111C.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="168" height="125" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111D.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="187" height="125" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111E.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="122" height="125" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111f.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="206" height="150" /></span><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111g.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="202" height="150" /><br />
</span> <img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111.jpg" alt="" hspace="2" vspace="2" width="149" height="200" align="left" /><span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111b.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="144" height="100" /><br />
</span> <span style="color:#ffffff;"><img src="http://www.tragedipalestina.com/images/111a.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="135" height="100" /></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffffff;">MARI TETAP KITA LAKNAT ZIONIS ISRAEL</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffffff;">ULURKAN TANGAN DAN BANTU LAH RAKYAT PALESTINA</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;">Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI Pusat)</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;">Mengajak Saudara-saudara sekalian untuk membantu Saudara kita di Palestina dengan cara menyisihkan sebagian dana</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;">Rekening Donatur BSMI di</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-669" title="39" src="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/39.gif?w=125&amp;h=131&#038;h=131" alt="39" width="125" height="131" /><span style="color:#ffffff;"><br />
</span> <strong><span style="color:#ffffff;">Peduli Palestina<br />
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Jatinegara<br />
No. Rek. 0010102555<br />
a.n. Bulan Sabit Merah Indonesia</span></strong></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#ffffff;">Untuk Info Lebih Lanjut silahkan kunjungi :</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#000000;"><a href="http://www.bsmipusat.net/" target="_blank"><span style="color:#ffffff;">http://www.bsmipusat.net/</span></a></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1544&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/11/foto-korban-agresi-militer-israel-di-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/09BkfHp6IAf1o/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0ewye8w66e58m/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/07fPc9igDOboS/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0dZR3PW79L59M/340x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/02ke8sI2rr1oB/340x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0fiAgLK2o9drc/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0dVxaVj99beza/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.islamtoday.net/media_bank/image/2008/12/27/1_20081227_1725.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.islamonline.net/Arabic/alhdth/2008/12/27/images/02-04.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.islamonline.net/Arabic/alhdth/2008/12/27/images/02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0gazeS49W4cIq/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/063e1vV46r2zK/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0clU1GVcL4bn9/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/00MqbNd5uSgag/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/02hf92BeSk937/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/0dIM5b74LV3qK/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/04RjdU84nbalD/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cache.daylife.com/imageserve/08yB9Fq7r11Cr/610x.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.aljazeera.net/mritems/Galleries/G_888/image2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.aljazeera.net/mritems/Galleries/G_888/image6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak12.jpg?w=450&#38;h=308" medium="image">
			<media:title type="html">anak12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak21.jpg?w=450&#38;h=308" medium="image">
			<media:title type="html">anak21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak31.jpg?w=450&#38;h=297" medium="image">
			<media:title type="html">MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-GAZA-CONFLICT</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak41.jpg?w=450&#38;h=577" medium="image">
			<media:title type="html">anak41</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak5.jpg?w=450&#38;h=308" medium="image">
			<media:title type="html">anak5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/anak8.jpg?w=450&#38;h=299" medium="image">
			<media:title type="html">anak8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/2129-martyrs-in-gaza-holocaust.jpg?w=390&#38;h=310" medium="image">
			<media:title type="html">2129-martyrs-in-gaza-holocaust</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/datafiles_cache_tempimgs_2008_2_jenazah1_1_300_0.jpg?w=300&#38;h=402" medium="image">
			<media:title type="html">datafiles_cache_tempimgs_2008_2_jenazah1_1_300_0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/unicef.jpg?w=104&#38;h=104" medium="image">
			<media:title type="html">unicef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/88.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/88A.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/88B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/89.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/89A.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/89B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/89C.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/90.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/90A.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/90B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/90C.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine27.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine93.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/palestine26.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/91B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/91C.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/95.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/95A.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/95B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/95C.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98c.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98d.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98e.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/98f.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/100.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/101a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/101b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/105.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/105a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/105b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/105c.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/105d.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/106.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/106a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/106b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/106c.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107A.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107C.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107D.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107E.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107F.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/107G.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110c.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110d.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110e.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110f.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/110g.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111C.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111D.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111E.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111f.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111g.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.tragedipalestina.com/images/111a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://yuhendrablog.files.wordpress.com/2009/01/39.gif?w=125&#38;h=131" medium="image">
			<media:title type="html">39</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Wajib Membantu Perjuangan Palestina</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/06/umat-islam-wajib-membantu-perjuangan-palestina/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/06/umat-islam-wajib-membantu-perjuangan-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 07:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[jalur gaza]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[Palestina adalah tempat kelahiran serta tempat tinggal sebagian besar para Rasul dan Nabi dalam menyebarkan agama Islam. Di Palestina pula terletak Masjid Al-Aqsha, masjid yang sangat bersejarah dalam perjalanan Nabi Muhammad saw ketika peristiwa Isra Mi’raj serta sebagai kiblat pertama umat Islam.
Namun apa yang terjadi sejak tahun 1948 hingga kini, tempat suci dan bersejarah bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1541&subd=evisyari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Palestina adalah tempat kelahiran serta tempat tinggal sebagian besar para Rasul dan Nabi dalam menyebarkan agama Islam. Di Palestina pula terletak Masjid Al-Aqsha, masjid yang sangat bersejarah dalam perjalanan Nabi Muhammad saw ketika peristiwa Isra Mi’raj serta sebagai kiblat pertama umat Islam.</p>
<p>Namun apa yang terjadi sejak tahun 1948 hingga kini, tempat suci dan bersejarah bagi umat Islam tersebut terus diserang bangsa Yahudi, yaitu Israel dan para sekutunya. Umat Islam di Palestina dibunuh dengan keji, termasuk para wanita dan anak-anak yang tak berdosa. Tentara Israel yang didukung oleh Amerika Serikat seolah tak ada puasnya membombardir negara Palestina, dengan tidak berprikemanusiaan.</p>
<p>Serangan-serangan Israel yang menewaskan sekitar lebih dari 500 warga Palestina dalam sepekan serta ribuan lainnya terluka, telah menjadi perhatian dunia khususnya negara-negara Islam.  Memang sudah semestinya umat Islam ikut membantu warga Palestina. Bantuan yang diberikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dapat berupa kebendaan (obat-obatan/medis), doa, hingga berjihad melawan kekufuran kaum zionis israel laknatullah.</p>
<p>Bagi yang peduli dengan penderitaan saudara kita di Palestina, kita harus berdoa demi keselamatan dan kebebasan bumi Palestina dari ancaman kaum zionis. Sebagai sesama umat Islam, kita wajib membantu saudara kita yang berada di Palestina. Bila seluruh umat Islam bersatu, Insya Allah akan bisa menghapuskan kezaliman dan penindasan di Palestina.</p>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%"><a class="contentpagetitle" href="http://evisyari.wordpress.com/berita/329-masjid-masjid-yang-dihancurkan-israel"><span style="color:#ad4125;">Masjid-masjid yang Dihancurkan Israel</span></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bombardier yang dilangsungkan oleh zionis Israel telah mamakan banyak korban. Sejak serangan Israel ke Jalur Gaza dimulai pada pecan lalu, sudah tidak terhitung banyaknya korban jiwa. Sebagian besar yang menjadi korban adalah warga sipil Palestina, terutama wanita dan anak-anak.</p>
<p>Selain korban jiwa, banyak bangunan yang hancur lebur akibat kegilaan bangsa Israel. Rumah dan gedung banyak yang rata dengan tanah. Bahkan, banyak masjid yang diluluh lantakkan oleh Israel, sebagai bagian dari strategi “GILA” mereka. Berikut adalah data dari masjid di Jalur Gaza yang dihancurkan oleh rudal-rudal Israel, yang diperoleh Israel dari Amerika:</p>
<blockquote><p><strong>Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq</strong></p>
<p>Masjid yang terletak di timur kamp pengungsi Jabalia sebelah utara Jalur Gaza ini dihancurkan Israel dengan beberapa roket. Masjid total luluh lantak. Hasilnya, puluhan sipil yang berada di masjid meninggal syahid dan puluhan lainnya luka-luka sebagiannya masih berada di reruntuhan masjid.</p>
<p><strong>Masjid Emad Aql</strong></p>
<p>Masjid yang dihancurkan Israel pada Ahad sore (28/12) oleh roket-roket pesawat tempur Israel terletak di kabupaten utara Jalur Gaza. Lima orang warga sipil meninggal syahid di masjid ini dari satu keluarga dan sejumlah korban lainnya yang tinggal berdekatan dengan masjid ini luka-luka.</p>
<p>Warga di sekitar masjid mengecam keras berlanjutnya serangan udara Israel yang menimbulkan banyak korban.</p>
<p><strong>Masjid Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam</strong></p>
<p>Masjid ini terletak di Abasan Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Israel menghancurkannya tanpa ada alasan dan peringatan sebelumnya.</p>
<p><strong>Masjid Asy-Syifa</strong></p>
<p>Masjid yang dihancurkan Israel pada Ahad dini hari (28/12) terletak di RS Darus-Syifa Gaza. Masjid ini hancur total dan rata dengan tanah. Sumber koresponden Infopalestina menyebutkan bahwa saat masjid ini dihancurkan, ada puluhan warga sipil berada di dalamnya. Mereka berasal dari keluarga pasien di RS. Padahal RS itu adalah terbesar di Jalur Gaza.</p>
<p><strong>Masjid Al-Abrar</strong></p>
<p>Masjid ini terletak di kota Rafah.</p>
<p><strong>Masjid Al-Abbas dan As-Saraya</strong></p>
<p>Israel juga menghancurkan Masjid Abbas terletak di kota Gaza dan markas polisi yang berdekatan dengan masjid. Masjid As-Saraya yang berada di Gaza juga menjadi sasaran Israel.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.syahadat.com">http://www.syahadat.com</a></p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&blog=4130951&post=1541&subd=evisyari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2009/01/06/umat-islam-wajib-membantu-perjuangan-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>