<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Evi Syar&#039;i</title>
	<atom:link href="http://evisyari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://evisyari.wordpress.com</link>
	<description>Tauhid, Fiqih, Muamalah, Tariqh, Free E-Book, Free E-Kitab, Free Artikel, Free Download Software, Ceramah Islami, Kesehatan, Pernikahan, Mendidik Anak, Lowongan Pekerjaan And Anything About ISLAM</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 01:30:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='evisyari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7256b05fe2afc825b9d55b5c05f3ca58?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Evi Syar&#039;i</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://evisyari.wordpress.com/osd.xml" title="Evi Syar&#039;i" />
	<atom:link rel='hub' href='http://evisyari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pembatal Keislaman</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2011/07/02/pembatal-keislaman/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2011/07/02/pembatal-keislaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 00:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1825</guid>
		<description><![CDATA[At Tauhid edisi VII/27 Oleh: Yhouga Pratama Salah satu fenomena memprihatinkan yang terjadi pada kaum muslimin di zaman ini adalah, ketika ditanyakan mengenai apa saja yang dapat membatalkan wudhu, apa yang dapat membatalkan shalat, atau apa yang dapat membatalkan puasa, kita dapat dengan mudah menjawabnya. Namun apabila ditanyakan, apa sajayang dapat membatalkan syahadat? Banyak orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1825&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>At Tauhid edisi VII/27 Oleh: Yhouga Pratama Salah satu fenomena memprihatinkan yang terjadi pada kaum muslimin di zaman ini adalah, ketika ditanyakan mengenai apa saja yang dapat membatalkan wudhu, apa yang dapat membatalkan shalat, atau apa yang dapat membatalkan puasa, kita dapat dengan mudah menjawabnya. Namun apabila ditanyakan, apa sajayang dapat membatalkan syahadat? Banyak orang yang terdiam seribu bahasa. Padahal, syahadat merupakan rukun pertama dalam Islam. Mengetahui hal pokok seperti ini juga termasuk kewajiban. Berikut ini kami ketengahkan pembahasan mengenai sepuluh pembatal keIslaman. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk menjauhi perkara-perkara tersebut. Pertama . Syirik kepada Allah Ta’ala dalam ibadah Pembatal keIslaman yang pertama dan paling besar ialah syirik kepada Allah Ta’ala . “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa di bawah itu(syirik), bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (QS. AnNisa’ : 48). Syirik dalam ibadah yaitu memalingkan suatu jenis ibadah kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla . Oleh karena itu barangsiapa yang menyembelih, bernadzar, atau sujud kepada selain Allah, begitu pula berdoa dan menyeru kepada orang mati, meminta tolong ( istighotsah ) kepada makhluk (baik hidup maupun mati) dalam hal-hal yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala , atau memalingkan ibadah selain itu yang seharusnya hanya ditujukan untuk Allah semata, maka dia telah melakukan syirik akbar yang mengeluarkannya dari millah (agama). Pelakunya, apabila meninggal dalam keadaan belum bertaubat, akan diadzab dalam neraka selamanya. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dan ia menyeru kepada selain Allah (dan belum bertaubat –pen), masuk neraka” (HR. Bukhari dan Muslim). Kedua , menetapkan adanya perantara antara seseorang dengan Allah, dalam rangka memohon syafaat dan bertawakkal kepadanya. Inilah perbuatan yang teramat subur di negeri kita, Allahul musta’an , bahwasanya orang-orang atau tokoh-tokoh yang mengaku mendakwahkan Islam,justru mengajak manusia untuk meminta syafa’atdan mencari perantara dalam berdoa kepada Allah. Jenis perantara yang populer ialah orang-orang shalih yang telah mati. Mereka bernadzar, menyembelih, bahkan thawaf di kuburan orang-orang shalih, dalam rangka memohon syafaat kepada Allah. Padahal, Allah telah berfirman (yang artinya), “ Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan .”(QS. Ghafir : 60), dan Allah tidaklah berfirman, “Berdoalah kepadaKu melalui perantara Fulan, atau dengan perantara ini, itu!” .  Sungguh, inilah keyakinan kaum kafir Quraisy, yang Allah turunkan Rasul kepada mereka dalam rangka membantah keyakinan sesat tersebut. Allah berfirman (yang artinya), “ Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya” (QS. Az Zumar : 3). Ketiga , tidak mengkafirkan kaum musyrikin, atau ragu dengan kekafiran mereka, atau (bahkan) membenarkan keyakinan mereka. Termasuk dalam hal ini ialah ragu dengan bathilnyaagama-agama selain Islam. Inilah propaganda yangkerap dilancarkan oleh pengusung paham pluralisme, yang menghembuskan keragu-raguan dalam diri kaum muslimin. Berkedok jargon bathil “Semua agama baik”, agenda taqrib (pendekatan) antar agama pun dilancarkan. Padahal, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk meneladani Ibrahim alaihissalam , yang berkata kepada ayahandanya, juga kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah” (QS. Az Zukhruf : 27). Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan Laa ilaaha illallah, tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim). Keempat , meyakini bahwasanya ada petunjuk selain dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang lebih sempurna, atau meyakini bahwa ada hukum yang lebih baik dari hukum beliau. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An Nisa’ : 65). Petunjuk Nabi ialah petunjuk yang paling sempurna. “Sesungguhnya sebaik-baik perkataanialah kalamullah (Al Quran), dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Muslim). Sebagian dari kaum muslimin, bermudah-mudahan dalam mengkafirkan sesama kaum muslimin yang tidak berhukum dengan hukum Allah, dengan berdalil pada ayat “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir.” (QS. Al Maidah : 44). Maka masalah mengkafirkan secara mu’ayyan (personal), perlu dikembalikan kepada para ulama. Masalah ini juga memiliki banyak rincian dan batasan-batasan lebih lanjut. Semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada para penguasa di negeri-negeri kaum muslimin, untuk berhukum dengan hukum Allah. Kelima , membenci suatu perkara yang merupakan ajaran Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam , walaupun ia sendiri mengamalkannya. Perbuatan ini merupakan jenis nifaq i’tiqadiy (munafik dalam hal keyakinan). Dalilnya ialah firmanAllah Ta’ala (yang artinya), “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka membenci apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad : 9). Walaupun pelakunya hanya membenci satu saja diantara ajaran Nabi, dan meskipun ia sendiri juga mengamalkannya, maka ia terancam kafir. Akhir-akhir ini sangat sering kita jumpai kaum muslimin yang menolak syariat, seperti poligami (bahkan dengan terang-terangan “berfatwa” tentang haramnya poligami), memanjangkan jenggot, dan sunnah-sunnah lainnya. Meskipun untuk memvonis kafir terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi, akan tetapi tetap perlu kami ingatkan bahwa perbuatan membenci salah satu ajaran Nabi, merupakan salah satu pembatal keIslaman. Keenam , mengolok-olok salah satu ajaran Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam , atau mengolok-olok pahala atau adzabnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) , “Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidakusah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. ” (QS. At Taubah : 65-66). Beberapa ulama membagi perbuatan istihza’ (mengolok-olok) ke dalam dua jenis ( At Tanbihat Al Mukhtasharah , Syaikh Ibrahim Al Khuraishi), Pertama, Al istihza’ as shariih , mengolok-olok dengan jelas, yaitu dengan lisan. Contohnya perkataan, “Memelihara jenggot? Seperti kambingsaja!”, atau “Celananya kok cingkrang mas? Korban banjir apa?” Kedua, Al istihza’ ghairu shariih , jenis ini cakupannya lebih luas, seperti mengejek dengan menjulurkan lidah, memberi isyarat dengan mata, dan sebagainya. Ketujuh , Sihir Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Sedang keduanya (yaitu malaikat Harut dan Marut) tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir” (QS. Al Baqarah : 102). Contoh sihir yang populer di zaman kita ialah santet, pelet, guna-guna, pengasihan, dan sebagainya. Barangsiapa yang mempraktekkan atau menyetujui praktek sihir, maka dia kafir. Kedelapan , mendukung orang-orang musyrik danmembantu mereka memusuhi kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka (orang-orang kafir itu) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah : 51). Mendukung orang-orang kafir dalam memusuhi kaum muslimin tidak hanya melalui harta atau tenaga, tetapi juga termasuk andil dalam menyebarkan propaganda mereka seperti pluralisme dan liberalisme, atau ide-ide kufur lainnya. Maka hendaknya kita mewaspadai perbuatan tersebut. Kesembilan , meyakini bahwa sebagian orang bisa keluar dari syariat Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan leluasa. Hal ini bertentangan dengan firman Allah Ta’ala yang menyatakan bahwa syariat telah sempurna, tidak ada lagi penambahan atau pengurangan. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan bagimu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu” (QS. Al Maidah : 3). Diantara contoh nyata perbuatan ini, adalah fenomena yang terjadi di sebagian aliran sesat, yang beranggapan apabilaseorang muslim telah mencapai derajat makrifat, telah lepas baginya kewajiban-kewajiban seperti shalat, puasa, zakat, dan kewajiban lain yang menurut mereka hanyalah untuk orang-orang yang baru derajat syariat saja. Wal’iyadzubillah. Kesepuluh , berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajari dan mengamalkannya. “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasankepada orang-orang yang berdosa” (QS. As Sajdah : 22). Mempelajari agama Islam terbagi menjadi dua, yaitu yang hukumnya fardhu ‘ain dan fardhu kifayah . Fardhu ‘ain yaitu kita dituntut untuk mempelajari pokok-pokok agama, aqidah yang benar, rincian rukun Islam seperti shalat, zakat, puasa. Inilah ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Adapun mengetahui rincian ilmu seperti tafsir, ushul fiqh, mustahalah hadits, maka hukumnya fardhu kifayah . Semoga Allah Ta’ala mengaruniakan kita taufiq dalam menuntut ilmu agama. Perlu diketahui bahwa kesepuluh hal ini bukanlah batasan jumlah. Dr. Shalih Al Fauzan menyebutkan bahwa terdapat sekitar 400 perkara yang dapat membatalkan keIslaman, akan tetapi dipilih sepuluh diantaranya yang paling penting dan tersebar bahayanya di negeri kaum muslimin. Semoga Allah memberi taufik untuk menjauhi hal-hal tersebut. (Yhouga Pratama*, banyak mengambil faidah dari Durus fi Syarh Nawaqidh Al Islam , Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, cetakan Maktabah Ar Rusyd) * Penulis adalah alumnus Ma’had al-‘Ilmi Yogyakarta, menjadi koordinator website dakwah www.muslim.or.id , dan sedang menyelesaikan program Studi S-1 Teknik Sipil UGM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1825/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1825&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2011/07/02/pembatal-keislaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkaca Bijak dari Tsunami Jepang</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2011/03/13/berkaca-bijak-dari-tsunami-jepang/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2011/03/13/berkaca-bijak-dari-tsunami-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 05:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[gempa jepang]]></category>
		<category><![CDATA[japan earthquake]]></category>
		<category><![CDATA[japan tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1821</guid>
		<description><![CDATA[Mata hati Indonesia pernah terhenyak. Manakala ratusan ribu manusia tergulung Tsunami ganas di Aceh, 2004 lalu. Lalu rangkaian kisah-kisah tragis bermunculan. Di saat yang tak terlalu lama, juga hadir kisah-kisah menggetarkan kalbu. Per individu, bukan satu dua manusia yang bisa selamat, dengan cara yang bisa disebut sebagai mukzijat. Mereka adalah orang-orang yang selamat, meski Gulungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1821&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata hati Indonesia pernah terhenyak. Manakala ratusan ribu manusia tergulung Tsunami ganas di Aceh, 2004 lalu. Lalu rangkaian kisah-kisah tragis bermunculan. Di saat yang tak terlalu lama, juga hadir kisah-kisah menggetarkan kalbu.</p>
<p>Per individu, bukan satu dua manusia yang bisa selamat, dengan cara yang bisa disebut sebagai mukzijat. Mereka adalah orang-orang yang selamat, meski Gulungan Ombak Besar (atau Tsunami) menghumbalang ke seluruh garis pantai. Ada yang selamat karena naik pohon kelapa. Terapung (tetapi tetap hidup) berhari-hari di tengah lautan. Atau juga bayi yang tetap hidup meski sempat terseret arus.</p>
<p>Senyatanya, kisah-kisah ajaib seperti itu tak benar-benar baru. Selalu hadir cerita menakjubkan, dari rupa-rupa epik bencana besar yang ada di dunia.</p>
<p>Lain perkara, bila aksi-aksi &#8220;penyelamatkan diri&#8221; dari bencana itu hadir karena upaya bersama. Atau, paling tidak, ikhtiar penyelamatan yang dilakukan karena gerak kesadaran yang sungguh-sungguh. Inilah sebenarnya yang jauh lebih menggetarkan. Publik Indonesia pun, sejatinya, mampu melakukan itu. Manakala ribuan atau jutaan orang ikut membantu para korban Tsunami Aceh. Mulai dari menjadi relawan, pendonor, hingga sekedar member dana (di jalanan, atau transfer ke Bank).</p>
<p>Akan sangat berbeda, jika cerita orang yang selamat dari bencana karena faktor kebetulan atau luck semata-mata. Mungkin mata sembab karena haru. Tetapi semuanya akan segera berlalu. Beda bila konteks &#8220;orang selamat&#8221; karena daya juang dan mentalitas setegar karang. Inilah yang terjadi, misalnya, ketika 33 orang penambang Cile terkubur di dalam lubang tambang (berkedalaman hampir 700 meter). Mereka terjebak di dasar perut bumi. Daya juang, disiplin, kepemimpinan, dan keyakinan untuk selamat, menjadi faktor penolong. Selain, tentu saja konsentrasi dan totalitas pertolongan yang diberikan kepada mereka.</p>
<p>Mentalitas</p>
<p>Di mana pun, tragedi bencana alam (natural disaster) punya daya rusak hebat. Seringkali manusia tak siap. Pun ketika kecanggihan teknologi, metode deteksi dini (early warning system) terpasang canggih, atau sudah mampu merekayasa mitigasi bencana dengan baik. Tetap saja, korban berjatuhan. Barangkali ini juga bagian dari petunjuk agar manusia tidak sombong dengan kedigdayaan dalam teknolog. Karena toh, misalnya, hewan ternak, unggas, dan beberapa mamalia, jauh lebih mampu mendeteksi potensi Tsunami (seperti cerita Gajah Thailand, burung-burung, dan ayam, yang berhamburan gelisah, ketika Tsunami akan meledak).</p>
<p>Jadi, petikan hikmah dari segala bencana tak lain adalah membangun mentalitas tegar, agar skala kerusakan tak mengalami eskalasi (pembesaran). Bukankah kerapkali korban berjatuhan justru karena panik luar biasa, tak tahu harus berbuat, dan kalang kabut tak tentu arah. Bukankah pula, karena mental mistis-takhayul juga menambah para manusia yang celaka (bukan menghindar, malah mendekati wilayah yang berbahaya).</p>
<p>Inilah yang agaknya, menjadi rangkaian kesigapan warga Jepang. Benar korban telah berjatuhan. Prahara hebat juga menghancurkan banyak fasilitas dan bangunan di sana. Tetapi ada perilaku dan cara yang menggetarkan kalbu. Betapa di tengah kepungan bahaya, mereka masih memperlihatkan sikap tenang, disiplin, dan saling mengingatkan untuk tidak panik. Berita di media memperlihatkan, bagaimana ribuan orang tetap tertib untuk antri (dalam melakukan evakuasi). Kalaupun ada warga Jepang yang kelimpungan, itu tak berlangsung lama. Karena kolega atau manusia di sekitarnya saling mengingatkan. &#8220;Daijobu!&#8221; Demikianlah kata-kata pengingat sesama mereka, yang artinya: tidak ada apa-apa.</p>
<p>Fenomena ini tentu tak hadir tiba-tiba. Mental disiplin, percaya pada nalar, dan berbuat secara sadar dan sistematis, dalam banyak hal membantu dalam menekan besaran kerusakan akibat bencana. Di Jepang, tradisi ini sudah mengakar. Maklumlah, negeri Sakura ini masuk dalam ring of fire, lingkaran bencana alam yang sering terjadi (terutama gempa). Tetapi mereka tidak meratap dan frustasi. Kecuali malah berbuat bijak. Bersiap dengan segala hal. Satu contoh yang gampang dipetik adalah menciptakan struktur bangunan yang tahan gempa. Begitulah…</p>
<p>Bagaimana Kita?</p>
<p>Berbalik punggung dengan pengalaman kita. Kita bukannya tak menerapkan metode kendali bencana atau apapun yang disebut sebagai mitigasi bencana. Tetapi selalu saja persoalan menjadi tambah rumit. Kepanikan massal, seperti yang terjadi di Manado, Maluku, dan Papua, menyusul Tsunami Jepang kemarin adalah bagian dari ketidaksiapan mental itu. Mulai dari mental pihak yang memiliki otoritas, untuk memberikan informasi yang akurat, mental dari pejabat yang abai melakukan perbuatan standar untuk mengendalikan situasi, hingga mentalitas warga itu sendiri. Akibatnya, seperti kabar yang beredar, Kota Manado mengalami macet di mana-mana.</p>
<p>Saripati pelajaran dari Tsunami Jepang yang lainnya terletak pada mental untuk berbuat paska bencana. Terdengar sepi di negeri ini, tentang penemuan, inovasi, atau metode untuk menghindar, mengurangi, dan penyelamatan sistematis dari bencana. Mentalitas kita adalah Gone With The Wind (semuanya lalu bersama angin).</p>
<p><strong>Endi Biaro<br />
Balaraja, Tangerang, Banten<br />
rendi_biaro@yahoo.co.id</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1821&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2011/03/13/berkaca-bijak-dari-tsunami-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bacaan Muratal anak ahmad saud</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2011/02/07/bacaan-muratal-anak-ahmad-saud/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2011/02/07/bacaan-muratal-anak-ahmad-saud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 03:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak (kindergaten)]]></category>
		<category><![CDATA[Ceramah(Audio) Islami]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad saud]]></category>
		<category><![CDATA[Muratal]]></category>
		<category><![CDATA[Muratal ahmad saud]]></category>
		<category><![CDATA[Muratal anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah beberapa bacaan Al-Quran (murotal) dari seorang qari’ yang masih anak-anak bernama Ahmad Saud. Mengingat banyak yang meminta insya Allah kami bagi lik downloadnya. Semoga bermanfaat. Barokallohu fiikum. Surat Adh Dhuhaa [Download MP3] Surat Al Furqan [Download MP3] Surat Asy Syams [Download MP3] Surat Yaasin 1-12 [Download MP3] Surat Ar Rahman 1-15 [Download [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1812&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah beberapa bacaan Al-Quran (murotal) dari seorang qari’ yang masih anak-anak bernama Ahmad Saud. Mengingat banyak yang meminta insya Allah kami bagi lik downloadnya. Semoga bermanfaat. Barokallohu fiikum.</p>
<p>Surat Adh Dhuhaa [<a title="Adh Dhuhaa - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1473456/AhmadSaud_AdhDhuhaa.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Al Furqan [<a title="Al Furqan - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474057/AhmadSaud_AlFurqon.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Asy Syams [<a title="Asy Syams - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474094/AhmadSaud_AsySyams.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Yaasin 1-12 [<a title="Yaasin 1-12 - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474170/AhmadSaud_Yaasin.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Ar Rahman 1-15 [<a title="Ar Rahman - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474338/AhmadSaud_ArRahman.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Al Ahzab [<a title="Al Ahzab - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474504/AhmadSaud_AlAhzab.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat An Naba’ dan An Nazi’at [<a title="An Naba' dan Al Nazi'aat - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474679/AhmadSaud_AnNaba_AnNaaziaat.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Al Muzzamil [<a title="Al Muzzamil - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1474869/AhmadSaud_AlMuzzamil.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat At Tiin dan Al ‘Alaq [<a title="Surat At Tiin dan Al 'Alaq" href="http://www.ziddu.com/download/1475741/AhmadSaud_AtTiin_AlAlaq.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Qaaf [<a title="Surat Qaaf - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1475956/AhmadSaud_Qaaf.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p>Surat Ath Thuur [<a title="Surat Ath Thuur - Ahmad Saud" href="http://www.ziddu.com/download/1476219/AhmadSaud_AthThuur.mp3.html" target="_blank">Download MP3</a>]</p>
<p dir="rtl">&nbsp;</p>
<div>
<table dir="rtl" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="237">
<tbody>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>رقم السورة</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>السورة</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><strong>Link Download MP3</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>85</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>البروج</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/085.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>86</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الطارق</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/086.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>87</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الأعلى</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/087.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>88</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الغاشية</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/088.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>89</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الفجر</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/089.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>90</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>البلد</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/090.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>91</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الشمس</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/091.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>92</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الليل</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/092.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>93</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الضحى</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/093.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>94</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الشرح</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/094.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>95</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>التين</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/095.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>96</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>العلق</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/096.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>97</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>القدر</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/097.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>98</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>البينة</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/098.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>99</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الزلزلة</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/099.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>100</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>العاديات</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/100.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>101</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>القارعة</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/101.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>102</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>التكاثر</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/102.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>103</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>العصر</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/103.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>104</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الهمزة</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/104.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>105</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الفيل</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/105.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>106</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>قريش</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/106.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>107</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الماعون</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/107.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>108</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الكوثر</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/108.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>109</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الكافرون</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/109.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>110</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>النصر</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/110.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>111</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>المسد</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/111.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>112</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الإخلاص</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/112.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>113</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>الفلق</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/113.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="85">
<p dir="rtl"><strong>114</strong></p>
</td>
<td width="52">
<p dir="rtl"><strong>النّاس</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p dir="rtl"><a href="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/114.mp3">اضغط هنا للتحميل</a></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1812&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2011/02/07/bacaan-muratal-anak-ahmad-saud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/085.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/086.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/087.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/088.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/089.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/090.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/091.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/092.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/093.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/094.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/095.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/096.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/097.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/098.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/099.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/100.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/101.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/102.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/103.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/104.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/105.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/106.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/107.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/108.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/109.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/110.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/111.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/112.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/113.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://67.213.215.120/~mp3quran/saud/114.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surah Al Falaq</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/11/26/surah-al-alaq/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/11/26/surah-al-alaq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 11:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Al-Qur`an Yuk]]></category>
		<category><![CDATA[al alaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1802</guid>
		<description><![CDATA[1.    Katakanlah: &#8220;Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, 2.   Dari kejahatan makhluk-Nya, “yaitu dari kejahatan makhluk hidup yang berakal dan yang tidak berakal; serta dari kejahatan benda mati seperti racun dan lain sebagainya.” 3.   Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita, “Diwaktu subuh, yang sinarnya menghapus kegelapan malam, seringkali muncul berbagai keburukan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1802&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://evisyari.files.wordpress.com/2010/11/al-alaq2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1807" title="al alaq" src="http://evisyari.files.wordpress.com/2010/11/al-alaq2.jpg?w=497&#038;h=129" alt="" width="497" height="129" /></a><strong>1.    Katakanlah: &#8220;Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,</strong><strong></strong></p>
<p><strong>2.   Dari kejahatan makhluk-Nya,</strong></p>
<p>“yaitu dari kejahatan makhluk hidup yang berakal dan yang tidak berakal; serta dari kejahatan benda mati seperti racun dan lain sebagainya.”<strong></strong></p>
<p><strong>3.   Dan dari      kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,</strong></p>
<p>“Diwaktu subuh, yang sinarnya menghapus kegelapan malam, seringkali muncul berbagai keburukan atau kejahatan yang mewujud dalam beragam bentuk, bisa berupa kuman, serangga, binatang, atau manusia. Ungkapan “malam telah gelap gulita” artinya malam telah sangat gelap yang biasanya mengundang banyak pencuri, penjahat, dan sebagainya.”</p>
<p><strong>4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,</strong></p>
<p>“Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.”</p>
<p><strong>5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.&#8221;</strong></p>
<p>“Kita juga harus meminta perlindungan kepadaNya dari “Tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”. Sebuah rujukan tentang dunia sihir menyebutkan bahwa yang biasa dipanggil oleh para tukang sihir adalah roh-roh jahat, yang berasal dari dari setan maupun manusia. Kita harus memohon perlindungan dari kejahatan mereka. Sebagian ulama, seperti Ibn hazm dari spanyol dan para penganut mahzab Zahiriah menolak keberadaan sering yang sering dibumbui dengan mitos dan legenda rakyat. Kemudian, kita pun harus meminta perlindungan kepada Allah dari sifat hasud, yang pada gilirannya mendorong kita untuk memusuhi orang lain dan ingin melihat mereka ditimpa keburukan.</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi duduk di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat yang berada di sebelah kakinya kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: &#8220;Apa yang engkau lihat?&#8221; Ia berkata: &#8220;Dia kena guna-guna.&#8221; &#8220;Apa guna-guna itu?&#8221; &#8220;Guna-guna itu sihir.&#8221; &#8220;Siapa yang membuat sihirnya?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Labid bin al-A’syam Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga Si Anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah.&#8221; Pada pagi hari Rasulullah saw. Mengutus Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya yang merah seperti pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (S.113 dan 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah saw. mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya.<br />
<em>(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Halaílun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)</em></p>
<p>Keterangan:<br />
Dalam kitab Bukhari terdapat syahid (penguat hadits) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada syahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.</p>
<p>Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga shahabat-shahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa surat ini (S. 113 dan 114) dan membacakan ta’udz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui shahabat-shahabatnya dalam keadaan sehat wal ‘afiat.<br />
<em>(Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab al-Dalaildari Abu Jafar ar-Razi dari ar-Rabi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik.)</em></p>
<p><strong><em>Sumber:</em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Tafsir      Jalalain</em></strong></li>
<li><strong><em>Terjemahan      Depag</em></strong></li>
<li><strong><em>Nahw      Tafsir Mawdhu`I Li Suwar Al-Qur`an Al-Karim, Muhammad Al-Ghazali</em></strong></li>
</ol>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1802&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/11/26/surah-al-alaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://evisyari.files.wordpress.com/2010/11/al-alaq2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">al alaq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Imsakiyah 1431 H</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/07/19/jadwal-imsakiyah-1431-h/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/07/19/jadwal-imsakiyah-1431-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Imsakiyah 1431 H]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Imsakiyah tahun 2010]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal puasa 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1784</guid>
		<description><![CDATA[Download jadwal imsakiyah 2010 ramadhan 1431 H : Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H &#8211; Untuk wilayah Jakarta Disini Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – untuk wilayah Surabaya disini Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Surakarta disini Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Makassar disini Jadwal Puasa Ramadan 1431 H – Untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1784&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Download jadwal imsakiyah 2010 ramadhan 1431 H</strong> :<br />
Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H &#8211; Untuk wilayah Jakarta <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749002/JadwalImsakiyahRomadlon1431H-Jakarta.pdf.html" target="_blank">Disini</a></p>
<p>Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – untuk wilayah Surabaya <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749826/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Surabaya.pdf.html" target="_blank">disini</a></p>
<p>Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Surakarta <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749827/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Surakarta.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Puasa Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Makassar <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749000/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-UjungPandang.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Puasa Ramadan 1431 H – Untuk wilayah Yogyakarta <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749494/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Yogyakarta.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Puasa Imsakiyah Ramadan 1431 H – untuk wilayah Semarang <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749489/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Semarang.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsak Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Pekanbaru <a href="http://www.ziddu.com/download/10749497/JadwalImsakiyahRamadhan1431HPekanbaru.pdf.html">disini</a><br />
Jadwal Imsak Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Palu <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749495/JadwalImsakiyahRomadlon1431H-Palu.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Puasa Imsakiyah Ramadan 1431 H – untuk wilayah Malang <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749823/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Malang.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Puasa Imsakiyah Ramadan 1431 H – untuk wilayah Bandung <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749825/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Bandung.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsak Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Batam <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749491/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-BATAM.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Puasa Imsakiyah Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Jambi <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749490/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Jambi.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Palembang <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749492/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Palembang.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H – Untuk wilayah Bandar Lampung <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749003/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-BandarLampung.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsakiyah Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Medan <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749488/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Medan.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsak Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Purwakarta Jawa Barat <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749496/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Purwakarta.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1431 H – Untuk wilayah Cirebon <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749493/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Cirebon.pdf.html" target="_blank">disini</a><br />
Jadwal Imsakiyah Romadlon 1431 H – Untuk wilayah Samarinda <a rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/download/10749822/JadwalImsakiyahRamadhan1431H-Samarinda.pdf.html" target="_blank">disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1784/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1784&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/07/19/jadwal-imsakiyah-1431-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Sejantan Ali</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/05/15/mencintai-sejantan-ali/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/05/15/mencintai-sejantan-ali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 04:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Romantic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1782</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali” Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1782&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah</p>
<p>chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”</p>
<p>Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.<br />
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.<br />
Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.</p>
<p>Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.<br />
Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.<br />
Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.<br />
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!<br />
Maka gadis cilik itu bangkit.<br />
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.<br />
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.<br />
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.<br />
Mengagumkan!<br />
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.</p>
<p>Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.<br />
Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.<br />
Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.<br />
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.</p>
<p>”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.<br />
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.<br />
Kedudukan di sisi Nabi?<br />
Abu Bakr lebih utama,<br />
mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali,<br />
namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.<br />
Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah<br />
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..<br />
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.<br />
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..<br />
Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.<br />
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..<br />
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?<br />
Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.<br />
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.</p>
<p>”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.<br />
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”</p>
<p>Cinta tak pernah meminta untuk menanti.<br />
Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.<br />
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.</p>
<p>Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.<br />
Lamaran Abu Bakr ditolak.<br />
Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.<br />
Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.<br />
Setelah Abu Bakr mundur,<br />
datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa,<br />
seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,<br />
seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.<br />
’Umar ibn Al Khaththab.<br />
Ya, Al Faruq,<br />
sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.<br />
’Umar memang masuk Islam belakangan,<br />
sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.<br />
Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?<br />
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?<br />
Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?<br />
Dan lebih dari itu,<br />
’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,<br />
”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”<br />
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.</p>
<p>Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.<br />
’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.<br />
Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam.<br />
Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.<br />
Menanti dan bersembunyi.<br />
’Umar telah berangkat sebelumnya.<br />
Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.<br />
”Wahai Quraisy”, katanya.<br />
”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.<br />
Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”<br />
’Umar adalah lelaki pemberani.<br />
’Ali, sekali lagi sadar.<br />
Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.<br />
Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.<br />
’Umar jauh lebih layak.<br />
Dan ’Ali ridha.</p>
<p>Cinta tak pernah meminta untuk menanti.<br />
Ia mengambil kesempatan.<br />
Itulah keberanian.<br />
Atau mempersilakan.<br />
Yang ini pengorbanan.</p>
<p>Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak.<br />
Lamaran ’Umar juga ditolak.<br />
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?<br />
Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?<br />
Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?<br />
Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.<br />
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.<br />
Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?<br />
Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?<br />
Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?</p>
<p>”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.<br />
”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”<br />
”Aku?”, tanyanya tak yakin.<br />
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”<br />
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”<br />
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”</p>
<p>’Ali pun menghadap Sang Nabi.<br />
Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.<br />
Ya, menikahi.<br />
Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya.<br />
Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.<br />
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?<br />
Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?<br />
Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.<br />
”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.<br />
Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.<br />
Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.<br />
Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.</p>
<p>Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”<br />
Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.<br />
Dan ia pun bingung.<br />
Apa maksudnya?<br />
Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.<br />
Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.<br />
Mungkin tidak sekarang.<br />
Tapi ia siap ditolak.<br />
Itu resiko.<br />
Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab.<br />
Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.<br />
Ah, itu menyakitkan.</p>
<p>”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”<br />
”Entahlah..”<br />
”Apa maksudmu?”<br />
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”<br />
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,<br />
”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!<br />
Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”</p>
<p>Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.<br />
Dengan menggadaikan baju besinya.<br />
Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.<br />
Itu hutang.</p>
<p>Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah.<br />
Dengan keberanian untuk menikah.<br />
Sekarang.<br />
Bukan janji-janji dan nanti-nanti.<br />
’Ali adalah gentleman sejati.<br />
Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,<br />
“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”</p>
<p>Inilah jalan cinta para pejuang.<br />
Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.<br />
Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.<br />
Seperti ’Ali.<br />
Ia mempersilakan.<br />
Atau mengambil kesempatan.<br />
Yang pertama adalah pengorbanan.<br />
Yang kedua adalah keberanian.<br />
Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi,<br />
dalam suatu riwayat dikisahkan<br />
bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)<br />
Fathimah berkata kepada ‘Ali,<br />
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”<br />
‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”<br />
Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”<br />
Kisah ini disampaikan disini,<br />
bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis- an<br />
Kisah ini disampaikan<br />
agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah<br />
bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi<br />
dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu<br />
Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1782/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1782&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/05/15/mencintai-sejantan-ali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana keadaan iman hari ini ?</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/05/11/bagaimana-keadaan-iman-hari-ini/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/05/11/bagaimana-keadaan-iman-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 04:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Hudzaifah.org &#8211; Apa kabar saudaraku? Bagaimana keadaan imanmu hari ini? Bagaimana pula kabar imanmu hari ini? Karena engkau pasti tahu bahwa yang menjadi ukuran kita selamat di Yaumil Akhir nanti adalah tingkat amal kita di dunia. Pernahkah engkau mengingat kematian wahai saudaraku? Karena kematian menjadi kepastian; tanah menjadi tempat pembaringan; munkar dan nankir menjadi tamu; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1780&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hudzaifah.org &#8211; Apa kabar saudaraku? Bagaimana keadaan imanmu hari ini? Bagaimana pula kabar imanmu hari ini? Karena engkau pasti tahu bahwa yang menjadi ukuran kita selamat di Yaumil Akhir nanti adalah tingkat amal kita di dunia.</p>
<p>Pernahkah engkau mengingat kematian wahai saudaraku? Karena kematian menjadi kepastian; tanah menjadi tempat pembaringan; munkar dan nankir menjadi tamu; kuburan menjadi tempat tinggal; perut bumi menjadi tempat menetap; kiamat menjadi janji yang pasti; surga dan neraka menjadi tempat kembali.</p>
<p>Pernahkah terbersit dipikiranmu? Tatkala manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar? Pernahkah terbersit dipikiranmu wahai saudaraku, tatkala disana matahari sangat dekat di ujung kepala? Rasulullah SAW bersabda : Di hari kiamat nanti matahari akan mendekati manusia, sehingga jaraknya hanya satu mil. Manusia akan berada dalam keringatnya masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya. Ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai setengah badan dan ada yang tenggelam sampai mulutnya.</p>
<p>Saudaraku�<br />
Pernahkah engkau membayangkan tentang neraka? Tentang kegelapan neraka yang sangat pekat? Rasulullah bersabda : Api neraka dinyalakan seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi seribu tahun hingga memutih dan dinyalakan lagi seribu tahun hingga menghitam. Dan jadilah neraka itu gelap pekat.</p>
<p>Saudaraku<br />
Pernahkah engkau membayangkan tentang minuman akhli neraka? Allah berfirman dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumkannya air nanah tersebut (Q.S Ibrahim : 16). Rasulullah bersabda : Ketika didekatkan kemulutnya maka mulutnya terpanggang dan kulit kepalanya terkelupas. Dan ketika dia meminumnya, maka terputuslah ususnya sehingga minumannya keluar dari duburnya.</p>
<p>Saudaraku<br />
Cukuplah cerita tadi bagi kita, karena keadaan sesungguhnya pastilah lebih mengerikan!</p>
<p>Maafkan aku saudaraku, karena membuat hatimu gelisah oleh cerita itu. Tapi karena kecintaanku padamu karena ALLAH SWT, maka aku ceritakan pula. Aku hanya ingin kita menjadi orang-orang yang selamat dari keburukan-keburukan itu.</p>
<p>Saudaraku<br />
Yang aku harapkan hanyalah agar kita selalu waspada terhadap kematian dengan jalan perbaiki diri tentunya. Dan pada saatnya nanti, kita menjadi orang yang siap mengahadap-Nya.</p>
<p>Rabbana atina fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhiratihasanataw waqinaa adzaabannar (Q.S Al-Baqarah : 210)</p>
<p>Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat; dan periharalah kami dari siksa neraka. AMIN. (Tim.Jurnalis.SKIFE-bob)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1780/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1780&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/05/11/bagaimana-keadaan-iman-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amalan yang dianggap dosa kecil namun sangat berbahaya</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/03/21/amalan-yang-dianggap-dosa-kecil-namun-sangat-berbahaya/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/03/21/amalan-yang-dianggap-dosa-kecil-namun-sangat-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 12:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1773</guid>
		<description><![CDATA[إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ “ (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1773&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="rtl">
<h2>إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ</h2>
<p>“ (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An-Nuur:15)</p>
<p>Dari Umar bin Alkhaththab رضي الله عنه, katanya: &#8220;Ketika terjadi perang Khaibar, ada sekelompok dari sahabat-sahabat Nabi صلی الله عليه وسلم datang menghadap padanya, kemudian mereka mengatakan: &#8220;Fulan itu mati syahid dan Fulan itu juga mati syahid,&#8221; sehingga akhirnya mereka menyebutkan nama seseorang lalu mereka berkata: &#8220;Fulan itupun mati syahid pula.&#8221; Lalu Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda: &#8220;Tidak sama sekali, Fulan itu saya lihat masuk dalam neraka karena sebuah baju burdah atau baju kurung yang dikhianatkannya &#8211; yakni disembunyikan dari hasil rampasan peperangan.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p>Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya صلی الله عليه وسلم bersabda: &#8220;Adakah engkau semua tahu, siapakah orang yang pailit &#8211; bangkrut &#8211; itu?&#8221; Para sahabat menjawab: &#8220;Orang pailit di kalangan &#8216; kita ialah orang yang sudah tidak memiliki lagi sedirhampun atau sesuatu benda apapun.&#8221; Beliau صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: &#8220;Orang pailit dari kalangan ummatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan shalat, puasa dan zakatnya, tetapi kedatangannya itu dahulunya &#8211; ketika di dunia &#8211; pernah mencaci maki si Anu, mendakwa serong kepada si Anu, makan harta si Anu, mengalirkan darah si Anu &#8211; tanpa dasar kebenaran, pernah memukul si Anu. Maka orang yang dianiaya itu diberikan kebaikan orang tadi dan yang lainpun diberi kebaikannya pula, Jikalau kebaikan-kebaikannya sudah habis sebelum terlunasi tanggungan penganiayaannya,maka diambillah dari kesalahan-kesalahan orang-orang yang dianiayanya itu lalu dibebankan kepada orang tersebut, selanjutnya orang itu dilemparkanlah ke dalam neraka.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1773/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1773&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/03/21/amalan-yang-dianggap-dosa-kecil-namun-sangat-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep kasih Sayang Dalam Islam</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/02/14/konsep-kasih-sayang-dalam-islam/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/02/14/konsep-kasih-sayang-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 04:11:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/2010/02/14/konsep-kasih-sayang-dalam-islam/</guid>
		<description><![CDATA[“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori) Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1770&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)</em></p>
<p>Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada disekeliling kita adalah ibadah. Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.</p>
<p>Hanya saja, ada tingkatan sayang dalam Islam. Tingkatan tertinggi adalah sayang / cinta pada Allah SWT lalu Rosulullah SAW.</p>
<p><em>”Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih utama daripada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah:24)</em></p>
<p><strong>Secara garis besar, objek kasih sayang dalam Islam adalah:</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">1. Sayang kepada Allah SWT</span></strong></p>
<p>Mewujudkan rasa sayang atau cinta kepada Allah SWT dalam diri seorang muslim adalah suatu keniscayaan. Karena tidak akan sempurna ibadah seseorang kepada Allah SWT bila tidak ada rasa cinta di dalamnya.</p>
<p><em>“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah …” (QS.Al-Baqoroh: 165)</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">2. Sayang kepada Rosulullah SAW</span></strong></p>
<p>Mencitai Rosulullah merupakan bagian dari keimanan.</p>
<p><em>Anas berkata, Rosulullah bersabda, “Tidak sempurna iman kalian sampai aku lebih dia cintai daripada dirinya, orang tuanya, anaknya dan manusia lain keseluruhan”. (HR. Bukhori dan Muslim)</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">3. Sayang kepada sesama</span></strong></p>
<p><em>Jarir bin Abdullah berkata, Rosulullah bersabda, “Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)</em></p>
<p><strong>Yang termasuk sayang kepada sesama adalah:</strong></p>
<p><em><strong>Sayang kepada orang tua</strong></em></p>
<p>Abu Hurairoh berkata: “Ada seorang laki-laki datang ke Rosulullah, lalu bertanya, Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan sebaik mungkin? Rosulullah bersabda, Ibumu. Lalu ia bertanya, lalu siapa? Beliau menjawab, ibumu. Ia betanya, lalu siapa lagi? Ibumu, jawab Rosulullah. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Bapakmu, jawab beliau. (HR. Bukhori)</p>
<p><strong><em>Sayang kepada suami atau istri</em></strong></p>
<p>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS.Ar-Rum:21)</p>
<p><strong><em>Sayang kepada saudara</em></strong></p>
<p>Anas berkata: Rosulullah bersabda,” Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori)</p>
<p><em><strong>Sayang kepada anak</strong></em></p>
<p>Abu Hurairoh berkata: “sewaktu Rosulullah mencium Husain bin Ali, di dekatnya ada sahabat yang sedang duduk, bernama al-Aqro bin Habis at-Tamimi. Al-Aqro berkata, saya telah mempunyai 10 anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka. Rosulullah memandanginya, lalu bersabda,” Barang siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori)</p>
<p><em><strong>Sayang kepada tetangga</strong></em></p>
<p>Said bin Abi Syuraikh berkata: Rosulullah bersabda, “Demi Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Ada yang bertanya, siapakah yang Anda maksud wahai Rosulullah? Rosulullah menjawab, Orang yang tetangganya merasa tidak nyaman dari kejahatan dan keburukannya.” (HR. Bukhori)</p>
<p><em><strong>Sayang kepada teman</strong></em></p>
<p>Anas bin Malik berkata: “ Aku pernah duduk di sisi Rosulullah, lalu lewatlah seorang laki-laki. Ada laki-laki lain dari suatu kaum yang berkata, Wahai Rosulullah, sungguh aku sangat mencintai (menyayangi) laki-laki itu. Rosulullah bertanya, Apakah kamu telah memberitahukan hal itu kepadanya? Laki-laki itu menjawab, Belum. Rosulullah bersabda, Berdirilah, dan beritahukanlah kepadanya. Maka laki-laki itupun berdiri menghampirinya, ia berkata, Wahai saudaraku, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu orang tersebut menjawab, Semoga Allah juga mencintaimu karena kamu mencintai karena-Nya.” (HR. Ahmad, no.1198)</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">4. Sayang kepada hewan</span></strong></p>
<p>Abu Hurairoh berkata: Rosulullah bersabda,”pernah ada sorang laki-laki dalam perjalanan, ia merasa sangat haus. Kemudian ia bertemu sumur dan turun ke dalamnya, ia minum air sumur lalu keluar. Tiba-tiba ada anjing yang menjulurkan lidahnya, mengendus  tanah karena kehausan. Ia berkata dalam hatinya, anjing ini mengalami apa yang tadi aku alami. Lalu ia (turun ke sumur lagi) memenuhi sepatu kulitnya (dengan  air), lalu ia gigit dengan mulutnya lalu keluar, selanjutnya ia memberi minum anjing tersebut. atas perbuatannya itu, Allah bersyukur padanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya, wahai Rosulullah, apakah kita akan mendapat pahala jika menolong hewan? Beliau bersabda, “Kebaikkan kepada setiap yang punya hati (makhluk hidup) ada pahalanya” (HR. Bukhori dan Muslim)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>5. Sayang kepada tumbuhan</strong></span></p>
<p>Pesan Abu Bakar ra. Kepada pemimpin pasukannya, Yazid bin Abu Sufyan:</p>
<p>Dan aku berwasiat kepadamua 10 hal. ” janganlah kalian membunuh wanita, bayi atau orang tua lanjut usia. Dan janganlah kamu memotong pon yang sedang berbuah. Dan janganlah kamu merusak gedung atau bangunan. Dan janganlah kamu membunuh camping atau onta kecuali untuk di makan. Dan janganlah kamu membakar lebah atau menenggelamkannya. Dan janganlah kamu korupsi, Dan janganlah kamu berkhianat.” (HR. Malik)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>6. Sayang kepada lingkungan</strong></span></p>
<p>Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf: 56)</p>
<p>Jika diperhatikan, konsep kasih sayang dalam Islam lebih lengkap dan komplit. Sehingga kita tidak perlu lagi konsep kasih sayang dari agam atau ajaran filsafat kepecayaan lain.</p>
<p>Jika kita benar-benar memperaktikkan ajaran Islam secara kaffah (integral), maka kita akan merasakan besarnya kasih sayang dalam diri kita, dan orang lainpun merasakannya kenikmatan kasih sayang yang menjadi bagian dari ajaran Islam.</p>
<p>Wallahu’alam bishowwab</p>
<p>Sumber : http://fathimah.multiply.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1770&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/02/14/konsep-kasih-sayang-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kisah Sebuah Pernikahan&#8221;</title>
		<link>http://evisyari.wordpress.com/2010/01/22/kisah-sebuah-pernikahan/</link>
		<comments>http://evisyari.wordpress.com/2010/01/22/kisah-sebuah-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 02:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Cinta Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Romantic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evisyari.wordpress.com/?p=1764</guid>
		<description><![CDATA[Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1764&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya</p>
<p>saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan</p>
<p>justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada</p>
<p>satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu.</p>
<p>Beliau yang paling keras menentang perkawinanku.</p>
<p>Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, &#8220;Jadi juga kau nikah sama</p>
<p>&#8216;buntelan karung hitam&#8217; itu &#8230;.?!?&#8221;</p>
<p>Duh&#8230;&#8230;, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon</p>
<p>istriku disebut &#8216;buntelan karung hitam&#8217;.</p>
<p>&#8220;Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam,</p>
<p>gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih</p>
<p>tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!&#8221; sambung ibu lagi.</p>
<p>&#8220;Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan</p>
<p>Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu&#8230;?&#8221; Kali ini aku terpaksa</p>
<p>menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung</p>
<p>mendengar ucapanku.</p>
<p>&#8220;Oh&#8230;. rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu.</p>
<p>baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan</p>
<p>seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan</p>
<p>itu ke rumah ini !!&#8221;</p>
<p>DEGG !!!!</p>
<p>&#8220;Yanto&#8230;. jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba,&#8221; teguran</p>
<p>Ismail membuyarkan lamunanku.</p>
<p>Segera kuucapkan istighfar dalam hati.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah &#8230;akhi,&#8221; sekali lagi</p>
<p>Ismail memberi semangat padaku.</p>
<p>&#8220;Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas</p>
<p>kawin seperangkat alat sholat tunai !&#8221; Alhamdulillah lancar juga aku</p>
<p>mengucapkan aqad nikah.</p>
<p>&#8220;Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien.</p>
<p>Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain.&#8221;</p>
<p>Dikamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.</p>
<p>Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah</p>
<p>sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati</p>
<p>kuberanikan diri untuk menyapanya.</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum &#8230;. permintaan hafalan Qur&#8217;annya mau di cek kapan</p>
<p>De&#8217;&#8230;?&#8221; tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan</p>
<p>dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam</p>
<p>pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur&#8217;an</p>
<p>tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. &#8220;Nanti saja</p>
<p>dalam qiyamullail,&#8221; jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang</p>
<p>berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat</p>
<p>dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku</p>
<p>suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.</p>
<p>Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku &#8216;tidak</p>
<p>menarik&#8217;. Sekelebat pikiran itu muncul &#8230;.dan segera aku mengusirnya.</p>
<p>Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.</p>
<p>&#8220;Bang, sudah saya katakan sejak awal ta&#8217;aruf, bahwa fisik saya seperti</p>
<p>ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal</p>
<p>beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak</p>
<p>untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam</p>
<p>malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya.</p>
<p>Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam</p>
<p>Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka,&#8221; &#8230;</p>
<p>Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian</p>
<p>bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak</p>
<p>menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang</p>
<p>banyak.&#8221;</p>
<p>(QS An-Nisa:19)</p>
<p>Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata</p>
<p>itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita</p>
<p>yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama</p>
<p>besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.</p>
<p>&#8220;Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan</p>
<p>kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan</p>
<p>menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.&#8221;</p>
<p>Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam</p>
<p>dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih</p>
<p>menyisakan segumpal ragu.</p>
<p>&#8220;Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh&#8230; saya</p>
<p>siap menerima keputusan apapun yang terburuk,&#8221; ucapnya lagi.</p>
<p>&#8220;Tidak&#8230;De&#8217;.</p>
<p>Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah.</p>
<p>Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika</p>
<p>seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi,&#8221; paparku sambil</p>
<p>menggenggam erat tangannya.</p>
<p>Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait</p>
<p>do&#8217;a kubentangkan pada Nya.</p>
<p>&#8220;Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan</p>
<p>cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang</p>
<p>cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini</p>
<p>akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu.</p>
<p>Karera itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !&#8221;</p>
<p>Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap</p>
<p>raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku</p>
<p>benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah</p>
<p>sejati.  Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.</p>
<p>Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa melaksanakan shoum</p>
<p>sunnah Rasul Nya. &#8220;&#8230;dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah</p>
<p>tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka</p>
<p>mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya</p>
<p>pada Allah &#8230;&#8221; (QS. al-Baqarah:165)</p>
<p>=========================================</p>
<p>Ya Allah sesungguhnya aku ini lemah , maka kuatkanlah aku dan aku ini</p>
<p>hina maka muliakanlah aku</p>
<p>dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat yang maha Pengasih</p>
<p>Sumber :  http://cerpenislami.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evisyari.wordpress.com/1764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evisyari.wordpress.com/1764/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evisyari.wordpress.com&amp;blog=4130951&amp;post=1764&amp;subd=evisyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evisyari.wordpress.com/2010/01/22/kisah-sebuah-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">evisyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
