AWAL DARI KEHIDUPAN BERUMAHTANGGA (1)

KESEPIAN BILA SENDIRIAN

Kesepian adalah hal yang paling ditakuti oleh makhluk manusia, sebab manusia tidak dapat hidup sendiri, dia memerlukan orang lain untuk menghilangkan kesepiannya. Dia memerlukan cinta kaseh selama hidupnya dan ingin pula memberikan cinta kaseh kepada orang lain. Dia dijadikan dengan melalui dua manusia, sperma dari pihak lelaki dan sel telur dari pihak perempuan. Dia dibesarkan dalam rahim ibunya sehingga terbentuk menjadi manusia.

Di dalam rahim ibunya ia sendirian, sepi, namun ia mengalami kehidupan yang sempurna. Diberi makan melalui darah ibunya, kotorannya dikeluarkan melalui darah ibunya, keamanannya terjamin kerna setiap gangguan yg dating dari luar dihalangi lewat perut sang ibu. Dia memperoleh hawa menyenangkan yg dipertahankan oleh tubuh ibunya, sehingga tidak merasakan perubahan yang besar (kaya terlalu dingin atau terlalu panas). Rahim ibulah merupakan syurga bagi janin. Si ibu memeliharanya dengan penuh kaseh sayang, si ayah serta keluarga mengharapkan bayi akan lahir itu hadir kedunia dengan penuh kaseh sayang pula.

Begitu saja terlahir dengan melalui proses yg sangat membahayakan, dan setelah beransur dewasa, maka segala galanya berubah. Dia harus mencari makan sendiri, dia harus menjaga dirinya sendiri dan bahaya yag selalu mengancam dirinya. Dan pada saat ini dia harus berhadapan dengan keadaan atau hawa ganas dan selalu berubah-rubah. Pada saat ini dia memerlukan orang lain untuk menjamin makanannya, keamanannya, menutupi dirinya dari hawa yg selalu berubah-ubah itu. Dia tidak dapat berdiri sendiri.

Andai kata tidak ada ibu sebagai orang yg pertama dan utama yg menjamin keperluan hidupnya, maka ia akan mati. Dia memerlukan cinta kaseh dari orang lain. Keadaan hidupnya berbeda sekali dengan binatang yg pada amnya, bila sudah lahir ia langsung dapat hidup sendiri.

Manusia yang baru hadir di muka bumi ini dipelihara, dididik. Setelah meningkat usia dewasa, kebutuhannya tidak dapat lagi dipenuhi oleh orangtuanya. Dia memerlukan manusia lain, iaitu manusia yang berada di luar rumah tangga orang tuanya.

Dia memerlukan kepuasan seks, yg tidak dapat dengan segera dipenuhinya. Dia harus membangun rumah tangga baru dengan teman hidup yg diharapkannya dapat memberikan kepadanya.

Cinta kaseh yg kukuh untuk masa yg panjang sampai ia mengucapkan selamat tinggal pada dunia yg fana ini.

Cinta kaseh yg dapat menjamin untuk menjauhkan dia dari kesepian yg sangat ditakutinya.Cinta kaseh yg dapat menjamin kepuasan seks yg memuaskan dan dapat diperolehinya setiap waktu apabila ia memerlukannya.

Cinta kaseh untuk membangun rumah tangga sendiri.Cinta kaseh yag dapat melanjutkan keturunannya.

Inilah salah satu penyebab makanya manusia itu memerlukan keramaian. Kekurangan cinta kaseh akan menyebabakan seorang remaja itu merasa sepi serta gelisah dan menyebabkan ia menjadi tidak tenteram, sehingga kadangkala membuatkan dia tidak menentu arah tujuannya.

Bagi manusia remaja yg sudah sampai dewasa ia memerlukan teman hidup dan ia harus mencari seseorang yg dirasakan dapat memenuhi keperluan hidupnya, maka ia harus membangun suatu rumahtangga yg harus melalui suatu ikatan yg dinamakan pernikahan, kerana dengan pernikahan inilah yg akan dapat ikut serta menjamin pemuasan keperluannya. Keperluan manusia kepada orang yg berlainan jenis dengannya ini dijelaskan Allah dalam Firmannya yg ertinya:

“Dan Di antara kebesaran Allah ialah Ia ciptakan isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang, sesungguhnya yg demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yg mahu berfikir.¡¨ (Ar-Rum: 21)

Dari firman Allah ini jelaslah bahawa keperluan hidup, jauh dari kesepian, persahabatan, cinta kasih yg kukuh hanya diperoleh dalam pernikahan yg telah diatur oleh Allah SWT sendiri. Firman Allah ini ditegaskan pula oleh Hadis Nabi tentang kebenaran dan janji dari firman Allah tersebut dengan sabdanya:

“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kamu yg sudah sanggup untuk kahwin, maka kahwinlah kerna kahwin itu lebih merendahkan pandanganmu dan memelihara kehormatanmu. Barangsiapa yg tidak sanggup kahwin, maka berpuasalah, kerana puasa itu akan menurunkan keinginan syahwat.¡¨ (HR Bukhari dan Muslim)

Begitu kerasnya, anjuran pernikahan ini, sehingga dalam hadis yg lain Rasulullah mengancam bagi mereka yg tidak mahu menikah, sebagaimana sabda beliau yg ertinya:

“Nikah itu adalah sunnahku, dan barangsiapa yg tidak melakukan sunnahku, bukanlah ia dari golonganku dan berkahwinlah kamu kerana kau akan merasa bangga dengan banyaknya kamu pada hari kiamat.¨

Dalam hadits yg lain pula diceritakan: “Uhaf datang kepada Rasulullah, ia belum mahu menikah padahal sudah mampu,

lalu Rasulullah bertanya kepadanya, Apakah engkau telah beristeri wahai Uhaf? “

Jawabnya, “Belum”

Sabda Rasulullah, “Tidak kah engkau mempunyai budak perempuan?

Jawabnya, “Tidak”

Sabdanya lagi, “Bukankah engkau sihat dan mampu?”

Jawabnya, “Ya, Alhamdulillah.”

Lalu Nabi bersabda, “Kalau begitu engkau termasuk teman setia syaitan. Karena engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani, oleh kerana itu bererti engkau termasuk golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, sehingga kerana itu hendaklah kamu berbuat seperti yang menjadi kebiasaan kami. Kerana kebiasaan kami adalah beristeri. Orang yg paling durhaka di antara kamu adalah yg membujang, orang yg paling hina di antara kamu ialah para bujangan. Sebab itu sungguh celakalah kamu wahai Ukuf, oleh kerana it menikahlah”

Lalu Ukuf berkata, “Wahai Rasulullah aku tidak akan mahu menikah sebelum engkau yg menikahkan aku dengan orang yg engkau sukai.”

Lalu Rasulullah bersabda, “Kalau begitu aku nikahkan engkau dengan nama Allah dan dengan berkahNya kepada Kultsum al-Humairi, seorang wanita yg berbudi mulia.¨ (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah)

Dari ungkapan hadis-hadis di atas jelaslah, hanya Islamlah satu-satu agama yg menggalakkan serta memberi motivasi kepada setiap orang supaya berumah tangga. Jika seseorang itu menyalahi fitrahnya iaitu menikah, mereka akan menemui akibat-akibatnya. Di antaranya tidak seimbang manusia itu memerlukan makan, maka kalau ia tidak mahu makan bererti ia membiarkan dirinya dalam kebinasaan. Demikian juga halnya dengan menikah, yg merupakan fitrah manusia untuk melakukannya, jika hal ini tidak dilakukan maka akan terjadilah gangguan-gangguan seperti

1. Tidak ada keseimbangan utk melangkah keapda sesuatu yg seharusnya dikerjakan.

2. Akan lebih mengutamakan diri sendiri atau egois.

3. Lari dari tanggung jawab.Wallahu a’lam bishawwab.

Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga Diri), Karena Allah telah memelihara (Kehormatan) dirinya. (An Nisa:34)

~ by evisyari on July 13, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: