AWAL DARI KEHIDUPAN BERUMAHTANGGA (2)

ANJURAN BUKAN HALANGAN

Kepada mereka yg ingin berumah tangga, demi mentaati ketentuan Allah serta menjaga kehormatan agamanya, Allah SWT dengan melalui Rasulullah SAW memberikan dorongan sekali gus janji, supaya mereka tidak gelisah atau dibebani dengan fikiran-fikiran yg berat misalnya: Apakah yg akan saya makan kalau saya beristeri nanti? Apakah saya dapat hidup tenang dan bahagia dalam kehidupan rumah tangga yg saya bina, sedangkan saya belum mempunyai harta yg cukup?

Gambaran yg memberatkan fikiran seperti ini sudah biasa, dan menghalangi seseorang untuk berani melangkah berumah tangga. Sering kita perhatikan dalam kehidupan sehari hari seseorang yg sebelum menikah telah mengumpulkan kekayaan, sebagai syarat untuk dapat memulai kehidupan berumah tangga, akan tetapi sebelum berumahtangga ia telah melakukan hubungan-hubungan yg melanggar syariat Islam, seperti pergaulan bebas dan sebagainya.

Di kalangan mahasiswa pun beranggapan, bahwa berumahtangga adalah merupakan hantu yg menakutkan, sehingga mereka tidak mahu menikah sebelum selesai kuliahnya. Lebih baik berbuat melanggar syariat Islam daripada gagal dalam kuliahnya.

Mereka beranggapan bahawa berrumah tangga itu adalah merupakan beban yg sangat berat, sehingga memerlukan persiapan yg cukup besar, ibarat orang membangun gedung raksasa. Fikiran semacam ini adalah fikiran jahiliyah, fikiran sesat, fikiran orang-orang yg tidak beriman kepada Allah. Kalau kitapun berfikiran seperti ini, bererti kita telah termasuk ke dalam golongan orang-orang yg kufur dan orang-orang yg jahil. Oleh kerana utk membangkitkan semangat supaya para pemuda tidak takut beristeri dan tidak mempunyai bayangan-bayangan yg menakutkan maka Rasulullah dalam sebuah hadisnya bersabda yg ertinya:

“Ambillah isteri, kerana beristeri lebih membuka pintu rezeki bagi kamu.” (H.R. At-Thusiy)

Itulah jaminan Allah kepada orang-orang yg hidup berumah tangga atau membangun kehidupan suami isteri. Mereka dijamin tidak akan menjadi orang yg melarat atau sengsara. Tetapi Allah membuka pintu rezeki yg lebih lebar kepadanya.

Dengan melalui pengalaman dari kehidupan sehari-hari, kita banyak mengenal orang ketika masih bujang, mereka tidak mempunyai apa-apa. Paling banyak hanya pakaian yg dipakainya, kalau pun mereka mempunyai yg lain dari itu, kadang-kadang mereka peroleh dari orang tua mereka. Begitu sahaja mereka beristeri, tidak beberapa tahun selepas itu kita bertemu lagi dengan mereka, dan kita lihat pada waktu itu mereka sudah dapat membeli pakaian yg bagus, bahkan ada yg sudah mampu membeli kenderaan seperti kereta dan sebagainya. Kalau dahulu hidupnya dibiayai oleh orang tuanya, maka sekarang ia sudah mampu hidup sendiri, bahkan ada yg telah membeli rumah sendiri. Ini semuanya membuktikan kepada kita, bahawa Allah memang menjamin terbukanya pintu rezeki yg lebih besar bagi orang yg berani hidup bersuami isteri.

Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga Diri), Karena Allah telah memelihara (Kehormatan) dirinya. (An Nisa:34)

~ by evisyari on July 14, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: