Bikin Sperma Dari Embrio

oleh : Dadang Gusyana

Bikin Sperma Dari Embrio Yuk!

“Biologi molekuler sebentar lagi akan meledak dari rahim laboratorium. Pengetahuan yang baru kita dapat tentang genetika memberikan kita kemampuan untuk mengotak-atik hereditas manusia dan memanipulasinya untuk menciptakan versi manusia yang sama sekali baru”, Alvin Toffler dalam bukunya Futute Shock.

Rekayasa genetika sudah merambah kancah perkembangbiakan, untuk pertama kalinya, rekayasa genetika berhasil membiakkan tikus dari sperma hasil rekayasa genetika. Bagaimana sperma tercipta? Para ahli biologi molekuler belum sepenuhnya memahami. Padahal banyak masalah terkait dengan ini. Misalnya, paling sederhana, kemandulan pria. Sekelompok ilmuwan sudah berhasil membuat sperma di dalam laboratorium. Untuk membuat sperma, tentu ada bahan bakunya. Bahan baku ini diambil dari embrio (kandungan yang baru beberapa hari umurnya) dari kandungan tikus.

Sperma Tikus

Sperma buatan yang dihasilkan, tentu saja, sperma tikus, yang bisa dipakai untuk membuahi tikus betina lain, muncul embrio baru, dan hasilnya tujuh ekor tikus kecil. Tujuh tikus itu menjadi binatang pertama yang lahir dari hasil pembuahan sperma buatan laboratorium. Tikus hasil sperma buatan ini hidup sampai dewasa meski tidak sepenuhnya normal. Terobosan teknologi rekayasa genetika dengan memanfaatkan sel dari embrio ini disebut teknik sel cangkok atau stem cell membuka peluang untuk menyembuhkan pria mandul. Nantinya mungkin juga bisa dilakukan proses seperti klon, membuat keturunan berdasarkan satu individu, meski caranya sedikit berbeda.

Proyek ini dilakukan Karim Nayernia, yang baru mulai menjadi profesor di bidang biologi sel cangkok di Universitas Newcastle, Inggris, saat masih menjadi peneliti di Universitas Georg-August, Gottingen, Jerman. Ia melakukan riset bersama Profesor Wolfgang Engel dari Jerman dan Dr David Elliott dari Lembaga Genetika Manusia di Universitas Newcastle. Profesor Nayernia membuat sperma dari embrio tikus berusia beberapa hari. Sel embrio itu (embrio dipilih karena sel-selnya lengkap, menyimpan semua informasi bagian tubuh) dipilah-pilah berdasarkan fungsinya. Salah satu sel menghasilkan sperma. Begitu sperma jadi, tinggal membuahi sel telur seekor tikus perempuan. Jadilah tujuh ekor tikus kecil.

“Untuk pertama kalinya kita berhasil membuat sperma dalam tabung, dan menggunakan sperma itu untuk membuahi sel telur, serta membuat binatang bisa melahirkan,” kata Karim Nayernia. Hasil penelitian ini memungkinkan para ahli memahami proses terciptanya sperma. Para ahli sampai saat ini masih buta proses terciptanya sperma sehingga tidak tahu mengapa ada pria yang mandul. “Jika kita memahami ini, kami bisa memecahkan masalah kesuburan pria,” kata Nayernia.

Sel Cangkok

Nayernia berharap bisa membuat sperma dari sel cangkok perempuan dan, mungkin, nantinya membuat sel telur dari sel cangkok. Jika ini benar dilakukan, satu pria bisa membuat sel telur dan sperma sendiri. Setelah mereka dicampur, hasilnya ada embrio. Mirip proses klon tapi dengan teknik berbeda. Teknik klon, seperti domba Dolly, dilakukan dengan membuat embrio yang berisi hanya inti sel dari individu yang akan diklon. Biasanya embrio berasal dari sel kedua binatang induk. Berbeda dengan cangkok sel yang berkonsentrasi membuat sperma sebelum dipakai untuk membuahi sel telur individu lain.

Bukan pertama kali ada ahli yang berhasil membuat sperma dari sel induk. Tapi baru Nayernia dan teman-temannya yang berhasil membuahi seekor binatang dari sperma buatan tabung ini. Keberhasilan Nayernia ini baru tahap pertama sebelum proses ini sampai ke pengobatan pria mandul. Masih jauh. Salah satu soal yang muncul adalah ketidaksempurnaan anak-anak tikus itu. Mereka mengalami masalah seperti binatang hasil klon.

Semua binatang yang dibuahi sperma rekayasa itu mandul. Mereka mengalami kesulitan pernapasan. Kalaupun tidak, tikus-tikus kecil itu susah berjalan. Yang mencolok, anak tikus itu, kalau tidak terlalu besar, ya, terlalu kecil dibanding yang normal. Seperti binatang hasil klon, yang cepat tua dan mati, para tikus itu paling tua hanya mencapai umur lima bulan. Padahal tikus normal bisa hidup sampai dua tahun.
Nayernia menduga-duga, mungkin masalah ini datang akibat ketidaksempurnaan saat ia dan timnya menciptakan sperma. Yang jelas, katanya, “Kita butuh kerja lebih banyak lagi sebelum bisa dipastikan ini bakal aman bagi manusia.” Jadi si profesor kelahiran Iran ini sekarang memusatkan perhatian untuk memperbaiki kualitas sperma rekayasa. Targetnya mengurangi cacat bawaan binatang. Testis adalah organ reproduksi pria, dimana sperma diproduksi. Testis (biasa juga disebut testes) berkembang sejak embrio ditetapkan menjadi berkelamin laki-laki, dan menjadi dewasa pada masa pubertas, dan sudah dapat menghasilkan sperma. Tapi, tak semua anak lelaki beruntung dapat mendewasakan testisnya. Ada di antaranya yang terpaksa kehilangan organ itu karena penyakit atau terapi. Pada kasus kanker, misalnya.

Pada kasus ini teknik menitipkan testis di tubuh tikus dapat berguna.

Inilah caranya:

  1. Jaringan sehat dari testis anak laki-laki dipotong lalu ditanam di bawah kulit punggung tikus dewasa, yang sebelumnya telah dilemahkan sistem pertahanan tubuhnya
  2. Tikus yang sistem kekebalan tubuhnya lemah membuat jaringan asing itu bertahan. Tak hanya itu, tapi jaringan itu tumbuh berkembang membentuk testis kecil di bawah kulit
  3. Lambat laun jaringan itu beranjak sempurna dan dengan bantuan hormon yang ada pada tikus, jaringan baru itu memproduksi sperma

Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa adalah sel dari sistem reproduksi jantan. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Berani mencoba?

Bagaimana Pendapat anda?

foto:azonano.com

~ by evisyari on September 24, 2008.

2 Responses to “Bikin Sperma Dari Embrio”

  1. promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://www.infogue.com
    http://biotek.infogue.com/bikin_sperma_dari_embrio

  2. artikel seperti ini yang saya cari sebagai referensi sekolah…makasih sharenya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: