Tetap Sehat Usai Lebaran

LEBARAN identik dengan berkumpul dan senang-senang. Bahkan, terasa tak lengkap bila belum berkeliling sambil mencicipi hidangan di rumah kerabat yang dikunjungi. Namun, ujung-ujungnya bisa bikin keseimbangan dalam tubuh terganggu. Dari mulai masalah berat badan sampai menimbulkan keluhan kolesterol tinggi. Bila sudah begini, bisa gawat karena bisa membuat penyakit lain berdatangan seusai Lebaran.

Nah, agar situasi Lebaran tak sampai memicu berbagai penyakit di kemudian hari, dr Lany Dewi W MS SpGK, spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta, mengingatkan, berhati-hatilah dalam urusan makan. Intinya, jangan asal makan hanya karena sudah dijamu makanan enak. Tetapi, tetaplah ikuti pola makan biasanya. Bila perlu, sesuaikan acara makan-makan lezat ini dengan pola diet Anda.

“Susun dan atur rencana akan ke mana saja selama Lebaran ini. Bila sudah waktunya makan siang, biasanya keluarga akan berkumpul di suatu tempat. Nah, hal ini harus direncanakan dulu agar tak asal makan,” saran Lany.

Misalnya, Anda harus berkunjung ke beberapa kerabat dan masing-masing ingin menjamu semaksimal mungkin. Tentu Anda akan disuguhi beragam makanan dan minuman yang lezat. Bila sudah begini, ingat-ingat lagi jadwal makan Anda sehari-hari. Bila belum waktunya makan siang atau malam, sebaiknya tak usah makan besar. Cukup ambil beberapa kue kering.

Soal membatasi jumlah makanan, imbuh Lany, sebetulnya Anda sendiri yang tahu ukurannya. Setiap orang pasti punya ukuran makannya sendiri atau sangat variatif. Intinya, Anda sendirilah yang tahu kapan sudah makan atau minum secara berlebihan dan kapan sudah merasa cukup.

Bila sudah mengetahui riwayat penyakit yang berhubungan dengan pola makan, Anda pasti akan tahu pantangan serta takaran konsumsi makan. Oleh karena sudah memiliki riwayat penyakit tertentu, Anda tentu harus benar-benar disiplin pada diri sendiri. Di samping tetap meneruskan terapi pengobatan yang mungkin masih dilakukan, sejumlah makanan tertentu yang harus dihindari tetap perlu dipatuhi. Misalnya, bagi penderita hipertensi sebaiknya menghindari makanan yang mengandung garam.

Garam akan membuat tubuh mengalami retensi atau menahan air. Akibatnya, tubuh akan mengalami peningkatan tekanan darah. Bila tetap ingin mengonsumsi makanan yang asin, saran Lany, sebaiknya pilih yang menggunakan garam rendah natrium. Sedangkan bagi pemilik riwayat penyakit diabetes, hindari saja semua makanan yang manis-manis, atau yang mengandung karbohidrat tinggi.

Sebisa mungkin, usahakan mengonsumsi makanan yang tak mengandung gula. Bila ingin minuman yang manis, sebaiknya gunakan gula diet. Atau, bila ingin menghormati pemilik rumah, pilih buah segar saja, tetapi hindari jenis buah yang terlalu manis seperti pisang, mangga, dan durian.

Dan bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, hindari makanan yang terlalu gurih, berlemak, goreng-gorengan, produk susu, jeroan, seafood (selain ikan), dan makanan sumber lemak hewani lainnya. Bila tetap ingin makan gorengan, sebaiknya ditiris dulu dengan tisu dan batasi cukup satu saja dalam sehari. Atau, bila ingin makanan bersantan seperti opor atau gulai, ambil saja dagingnya tanpa kuah. “Untuk urusan makan, memang tak ada parameter yang pasti. Tetapi kita sendiri yang tahu kapan sudah makan terlalu berlebihan,” pungkas Lany.

Sumber: Kompas.com

~ by evisyari on September 28, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: