Surah Al-Ikhlas

Tuhan semesta alam itu satu, bukan dua atau tiga. Tiada beristri dan tak beranak. Dia Mahakuasa dan Mahatinggi. Sifat-sifat yang disandarkan kepada zat-Nya adalah sifat-sifat yang agung dan luhur yang membuat selain-Nya tidak bernilai.

Allah berfirman, “Janganlah kamu menyembah dua Tuhan, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.” (Al-Nahl:51)

Janganlah mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (mengatakan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Allah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Allah dari mempunyai anak. (Al-Nisa’:171)

Tauhid adalah jiwa Islam dan inti Al-Quran. Sifat-sifat yang dinisbatkan Allah kepada diri-Nya menjadikan selain-Nya sebagai hamba yang lemah dan tidak kuasa memberikan mudarat maupun manfaat kepada dirinya sendiri dan selainnya. Jika ada tuhan selain Dia, di manakah mereka? Mengapa tak berani muncul menganggapi tantangan ini?

Karena itu, kami mengingatkan kembali tentang bukti-bukti rasional atas keesaan Allah yang diungkapkan Al-Quran.

Allah sekali-kali tidak punya anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya. Jika ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, tiap-tiap tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya. Sebagian tuhan akan mengalahkan sebagian lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, yang mengetahui  semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi  Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Al-Mu’minun:91-92)

Sekiranya di  langit dan di bumi terdapat tuhan selain Allah, tentu keduanya rusak binasa. Mahasuci Allah yang memiliki Arasy dari apa yang diperbuat-Nya, tetapi merekalah yang akan ditanyai. (Al-Anbiya’:22-23)

Para penganut ajaran trinitas berpendapat bahwa tuhan itu tiga, tetapi hakikatnya tunggal, yaitu Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tak terbayangkan apa yang terjadi bila ketiganya berselisih!

Mereka juga meyakini penyaliban Kristus sehingga memunculkan pertanyaan penting: siapa sesungguhnya yang disalib itu? Tuhan Anak, Tuhan Bapa, ataukah keduanya? Jika ketiga tuhan itu hakikatnya satu, berarti yang disalib adalah ketiga Tuhan itu dan dengan demikian, berarti alam pernah kehilangan tuhannya pada suatu masa. Dan, jika yang disalib adalah Tuhan Anak, lalu bagaimana bisa setelah disalib ia tetap dianggap sebagai Tuhan?

Tentu saja, setiap orang bebas untuk meyakini  apa yang ingin ia yakini. Barang siapa yang menyukai tauhid seperti ini, ia bebas memeluknya. Kami tidak menghalangi keyakinan seorang pun. Surah yang sangat pendek ini, yang dianggap bernilai sepertiganya, mengungkap hakikat keyakinan Islam yang paling mendasar;

001. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

(Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa”) lafal Allah adalah Khabar dari lafal Huwa, sedangkan lafal Ahadun adalah Badal dari lafal Allah, atau Khabar kedua dari lafal Huwa.”

002. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

(Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) lafal ayat ini terdiri dari Mubtada dan Khabar; artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya.”

003. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

(Dia tiada beranak) karena tiada yang menyamai-Nya (dan tiada pula diperanakkan) karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya.”

004. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

(Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia) atau yang sebanding dengan-Nya, lafal Lahu berta’alluq kepada lafal Kufuwan. Lafal Lahu ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian; kemudian lafal Ahadun diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafal Yakun, sedangkan Khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya; demikian itu karena demi menjaga Fashilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat.

Tuhan adalah pencipta dan pengusasa segala sehingga tidak ada sesuatupun yang dapat dibandingkan dengan-Nya. Tabiat alam semesta ini sama sekali tak memungkinkan bagi adanya beberapa tuhan. Sungguh tidak masuk akal jika dikatakan bahwa ada tuhan untuk matahari, tuhan bumi, tuhan dunia hewan, dan lain-lain, atau jika dikatakan ada tuhan untuk benua Afrika dan tuhan lainnya untuk benua Asia. Berbagai fenomena alam semesta akan menunjukkan kepada kita bahwa hanya ada satu Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan mencukupi segala kebutuhan makhluk-Nya. Hanya Allah Yang Maha Esa satu-satunya Tuhan yang layak dipuji

 

Sumber:

  1. Tafsir Jalalain
  2. Terjemahan Depag
  3. Nahw Tafsir Mawdhu`I Li Suwar Al-Qur`an Al-Karim, Muhammad Al-Ghazali

~ by evisyari on July 25, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: